RESEARCH

Fixed Income Notes

15 Agustus 2019

Fixed Income Notes 15 Agustus 2019

Imbal hasil Surat Utang Negara pada perdagangan hari Rabu, 14 Agustus 2019 cenderung bergerak mengalami penurunan didorong oleh pelaku pasar yang merespon beberapa sentimen dari dalam maupun luar negeri.
 
Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 8 bps dengan rata - rata mengalami penurunan sebesar 7 bps dimana perubahan imbal hasil yang cukup besar terjadi pada Surat Utang Negara bertenor menengah. 

Imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor pendek mengalami penurunan berkisar antara 1 - 5 bps setelah didorong oleh adanya kenaikan harga  sebesar 9 bps. Sementara itu, imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor menengah (5-7 tahun) ditutup dengan penurunan yang berkisar antara 1—7 bps setelah mengalami kenaikan harga sebesar 39 bps. Adapun imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor panjang (diatas 7 tahun) bergerak bervariasi dengan kecenderungan mengalami penurunan sebesar 7,1 bps setelah mengalami kenaikan harga hingga sebesar 70 bps. 

Harga Surat Utang Negara pada perdagangan kemarin ditutup dengan mengalami kenaikan ditengah menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap dollar Amerika. Kenaikan harga Surat Utang Negara tersebut didorong oleh sentimen positif perang dagang dimana mulai ada pembicaraan lebih lanjut mengenai hubungan dagang kedua negara, diantaranya menunda pengenaan tarif tambahan terhadap barang-barang yang berasal dari China. Hal tersebut merespon para pelaku pasar menjadi semakin optimis terhadap kondisi global, walaupun dalam jangka pendek. Sementara itu, dari sentimen domestik, para pelaku pasar menantikan rilisnya neraca perdagangan dari Badan Pusat Statistik pada hari ini. Para pelaku pasar masih belum yakin dengan kondisi perekonomian domestik untuk periode ini sehingga cenderung melakukan aksi wait and see yang terindikasi dari menurunnya volume perdagangan dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.

Sehingga secara keseluruhan, kenaikan harga pada perdagangan kemarin mendorong terjadinya penurunan imbal hasil Surat Utang Negara seri acuan dengan tenor 5 tahun dan 10 tahun keduanya mengalami penurunan sebesar 7,1 bps sehingga berada di level 6,818% dan 7,436%. Adapun imbal hasil Surat Utang Negara seri acuan dengan tenor 15 tahun juga mengalami penurunan yang terbatas dibawah 1 bps yang berada di level 7,843% dan 20 tahun mengalami penurunan sebedsar 6,8 bps di level 7,877%. 

Sementara itu dari perdagangan Surat Utang Negara dengan denominasi dollar Amerika, mengalami pergerakan beragam dengan kecenderungan mengalami penurunan imbal hasil. Namun demikian, sebagian besar seri tidak banyak mengalami perubahan. Imbal hasil dari INDO24 relatif bergerak mengalami penurunan sebesar 1,3 bps di level 2,757%. Adapun untuk imbal hasil dari INDO29 mengalami kenaikan sebesar 1,7 bps di level 3,013%. Sementara itu imbal hasil dari INDO44 dan INDO49 ditutup turun masing-masing sebesar 3,5 bps di level 4,066% dan 3,9 bps di level 3,855% dengan kenaikan harga sebesar 69 bps dan 81,4 bps.

Volume perdagangan Surat Utang Negara yang dilaporkan pada perdagangan kemarin, senilai Rp9,56 triliun dari 38 seri Surat Utang Negara yang diperdagangkan, dengan volume perdagangan seri acuan yang dilaporkan senilai Rp3,11 triliun. Obligasi Negara seri FR0078 menjadi Surat Utang Negara dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp1,12 triliun dari 48 kali transaksi di harga rata - rata 105,85% dan diikuti oleh perdagangan Obligasi Negara seri FR0073 senilai Rp1,05 triliun dari 11 kali transaksi di harga rata - rata 107,33%. Adapun volume perdagangan terbesar pada Surat Berharga Syariah Negara didapati pada Sukuk Ritel Negara seri SR011 senilai Rp161,08 miliar dari 28 kali transaksi dan diikuti oleh seri Project Based Sukuk seri PBS019 sebesar Rp88,00 miliar untuk 9 kali perdagangan.  

Sementara itu dari perdagangan obligasi korporasi, volume perdagangan yang dilaporkan senilai Rp1,36 triliun dari 44 seri. Adapun seri Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance Tahap II Tahun 2019 Seri C (WOMF03CCN2) menjadi obligasi korporasi dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp379,00 miliar dari 8 kali transaksi di harga rata - rata 100,00% dan diikuti oleh perdagangan Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap II Tahun 2019 Seri B (BBTN03BCN2) senilai Rp160,00 miliar dari 4 kali transaksi di harga rata - rata 101,63%. 

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika ditutup menguat, pada level 14249 per dollar Amerika, mengalami penguatan sebesar 76,00 pts (0,53%) dibandingkan dengan level penutupan sebelumnya. Bergerak mengalami penguatan sepanjang sesi perdagangan pada kisaran 14220,00 hingga 14253,00 per dollar Amerika, penguatan nilai tukar rupiah seiring dengan pergerakan mata uang regional yang juga cenderung mengalami penguatan terhadap dollar Amerika. Mata uang Won Korea Selatan (KRW) memimpin penguatan mata uang regional sebesar 0,79% diikuti oleh penguatan mata uang Yen Jepang (JPY) sebesar 0,55% dan Rupiah Indonesia (IDR) sebesar 0,53%. Adapun yang mengalami pelemahan mata uang regional didapati pada mata uang Dollar Singapura yang melemah sebesar 0,29% terhadap Dollar Amerika. 

Pada perdagangan hari ini kami perkirakan harga Surat Utang Negara akan cenderung bergerak terbatas dimana pelaku pasar akan mencermati beberapa data ekonomi yang akan disampaikan diantaranya adalah data rilisnya neraca perdagangan untuk periode Juli tahun 2019 oleh Badan Pusat Statistik. Adapun data ekonomi global yang dinantikan adalah kondisi tingkat pengangguran Amerika untuk periode Juli tahun 2019.

Sementara itu pasar surat utang global ditutup dengan arah perubahan yang bervariasi dengan kecenderungan mengalami penurunan. Imbal hasil dari surat utang Jerman (Bund) dengan tenor 10 tahun ditutup turun terbatas di level -0,656% sementara itu imbal hasil dari surat utang Inggris (Gilt) dengan tenor yang sama juga mengalami penurunan terbatas di level 0,439% di tengah penurunan imbal hasil surat utang Amerika untuk tenor 10 tahun dan 30 tahun yang terbatas pada level 1,574% dan 2,008%. 

Rekomendasi
Dengan berbagai pertimbangan kondisi diatas, maka kami perkirakan harga Surat Utang Negara pada perdagangan hari ini akan cenderung bergerak terbatas. Kami masih menyarankan kepada investor untuk tetap mencermati arah pergerakan harga Surat Utang Negara dengan melakukan strategi trading di tengah harga Surat Utang Negara yang masih bergerak berfluktuasi. Kami juga masih merekomendasikan seri - seri Surat Utang Negara dengan tenor pendek dan menengah sebagai pilihan di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi, yaitu seri FR0053, FR0061, FR0063, FR0070, FR0077, FR0056, FR0059, dan FR0064.
 
PT Pemeringkat Efek Indonesia menegaskan peringkat PT PP Properti Tbk di “idBBB”. Outlook direvisi menjadi "negatif".

Back Download PDF