RESEARCH

Weekly Highlight

24 Oktober 2018

Weekly Analysis 22 - 26 Oktober 2018

Secara week-on-week, IHSG telah menguat sebesar 0.43 persen ke 5,731.9. Berdasarkan technical analysis, IHSG masih terlihat downtrend dalam jangka menengah. Volume lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata, mengindikasikan downtrend masih akan berlanjut. Volatilitas akhir-akhir ini relatif rendah seiring dengan earnings season dan penurunan pada kekhawatiran  investor portofolio terhadap faktor negatif eksternal. IHSG menguji MA50 di 5870 sebagai resistance terkuat sementara menguji 5735 sebagai support level terkuat. Kami perkirakan IHSG akan bergerak dalam range 5735-5,870.

Wall Street dalam sepekan bergerak menguat sebesar +104 point atau +0.41 persen di level 25,444.  Laporan kinerja emiten pada pekan lalu mulai rilis. Secara makro, data produksi Amerika Serikat naik hingga bulan September. Produksi industri ditopang oleh produksi sektor manufaktur dan tambang. Notulen rapat The Fed yang dirilis menunjukan kesepakatan bahwa para anggota FOMC tentang  suku bunga dan ekspektasi bahwa suku bunga akan naik lagi. Namun sentiment negatif membayangi bursa Amerika Serikat masih menjadi faktor penahan, diantaranya perang dagang dan kenaikan suku bunga. Sentiment negatif lantaran kondisi Amerika Serikat dan Arab Saudi yang memburuk akibat Amerika Serikat menunggu hasil penyelidikan hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi, dan nampaknya berita tersebut menyebabkan pelaku pasar kehilangan minat untuk masuk ke pasar.

Bursa Asia mayoritas mengalami pelemahan. Perlemahan tersebut karena kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi China. Harga komoditas bergerak mixed. Penguatan terjadi pada harga Batubara sebesar +0.73 persen atau di level +0.8. Perlemah terjadi pada harga oil sebesar –3.11 persen di level -2.2.

 

 

Back Download PDF