Beranda

RESEARCH

Monthly Highlight

10 Agustus 2020

Early Bird 10 August 2020

Setelah selama seminggu lalu IHSG turun tipis sebesar -0.11% disertai Net Sell Investor Asing sebesar Rp -3.30 triliun, diawal pekan ini, Senin, IHSG berpeluang melanjutkan kejatuhannya seiring turunnya EIDO sebesar -2.13% serta turunnya harga komoditas seperti: Oil -0.83%, Gold -1.13%, Nikel -0.66%, Timah -0.48% dan CPO -0.56% ditengah pencapaian jumlah tertinggi kembali korban yang terjangkiti dan tewas akibat Corvid19, dimana delama 3 hari (Jumat hingga Minggu) jumlah korban yang terjangkit Corvid19 memecahkan rekor tertinggi baru mencapai +6,643 orang* sehingga sejauh ini korban terjangkiti Corvid19 mencapai 125,396 orang (perkiraan menuju 150,000 orang terjangkit) dengan penambahan korban tewas selama 3 hari sebanyak +202 orang sehingga sejauh ini jumlah korban tewas sudah mencapai 5,723 orang, menuju 6,000 orang tewas dalam waktu dekat ini, (Fatality Rate sebesar 4.56%)*. (Worldometers Info)

 

IHSG kami perkirakan bergerak pada 5,108 - 5,193 adapun saham-saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah GGRM ASII AALI ERAA SMGR ACES MAPI BBRI ICBP BBNI

 

Mayoritas bursa saham di developed economies bergerak bervariasi. Bursa saham benua kuning bergerak bervariasi pada perdagangan jumat kemarin. Indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar -1.60%, lalu indeks Shanghai ditutup melemah -0.96% dan Indeks Kospi ditutup menguat dan +0.39%. Sementara itu, Dow Jones ditutup menguat sebesar +0.17% di level 27,433 hal ini sejalan dengan penguatan S&P 500 sebesar +0.06%. Wall Street ditutup menguat dikarenakan rilis data tingkat pengagguran AS yang turun menjadi 10.2% pada Juli 2020 dibanding bulan sebelumnya berada di 11.1% Dari pasar komoditi, harga Coal menguat sebesar +1.99% harga Emasmelemah  -1.74% dan harga Minyak Mentah WTI Crude Oil melemah -1.74%.

 

Pada perdagangan 7 Agustus IHSG ditutup melemah sebesar -0.66 kelevel 5,143 Sentimen   penggerak pasar hari ini diantaranya perkembangan AS yang berusaha menyingkirkan TikTok dan WeChat milik China dengan alasan untuk melindungi data masyarakat AS yang bisa jatuh ke pihak yang salah, selain itu dari perkembangan Covid-19 yang masih terus menunjukkan kenaikan kasus dan terkahir dari Presiden Trump yang akan menandatangani paket stimulus berupa bantuan langsung kepada pengangguran AS senilai USD400 per pekan menjadi sentimen positif hari ini.

 

Back Download PDF
Copyright © 2020 MNC Sekuritas. All Right Reserved.