RESEARCH

Daily Highlight

06 Agustus 2019

Fundamental Analysis 06 Agustus 2019

Dimulai dari tajamnya kejatuhan DJIA semalam sebesar -767 poin (-2.9%), penurunan terbesar sejak Desember 2018, setelah nilai tukar China Yuan turun terendah 1 dekade terakhir kelevel 7 per dollarnya. Penurunan juga terjadi atas Crude Oil yang jatuh -1.15%, Timah -1.27% serta yield obligasi AS tenor 10 tahun turun tajam -7.41% bahkan tenor 2 tahun turun -8.29%. Bukan itu saja, EIDO juga turun tajam -5.04% ditengah kejatuhan tajam Bursa Asia Selasa pagi ini dimana Nikkei -540 poin (-2.6%) sementara Indeks Hangseng Futures menunjukan penurunan -1380 poin (-5.15%) & Indeks Dow Futures turun -327 poin (-1.26%) saat tulisan ini dibuat. Mengetahui IHSG hari ini berpotensi dilanda aksi profit taking ditengah naiknya harga Gold +1.54% dan Nikel +2.59%, Selasa ini kami merekomendasikan untuk trading atas saham-saham di Sektor Logam, Bank, Konsumer, Properti & Infrastruktur. IHSG kami perkirakan bergerak pada 6,106 - 6,218. Adapun saham – saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah MDKA BNII HOKI FOOD AGII SSIA SRTG MYOR SRIL HRUM.

Mayoritas bursa saham di developed economies bergerak melemah. Bursa saham benua kuning bergerak melemah pada perdagangan akhir kemarin. Indeks Nikkei ditutup melemah sebesar –1.74%, Indeks Hang Seng melemah sebesar –2.85%, diikuti oleh Indeks Shanghai dan Indeks Kospi yang masing-masing melemah sebesar –1.62% dan –2.56%. Sementara itu, Dow Jones ditutup melemah sebesar –2.90% ke level 25,718,  pelemahan tersebut seiring dengan pelemahan pada S&P 500 (-2.98%). Wall Street ditutup melemah sejalan dengan eskalasi perang dagang AS-China yang kian melebar menjadi currency war, ditandai dengan pelemahan yuan yang sangat tajam yang ditutup pada level CNY 7,03/US$, terlemah sejak Maret 2008, sebagai implikasi dari penetapan nilai tengah mata uang di level CNY 6,922/US$ oleh Bank Sentral China (People Bank of China/PBOC) yang disinyalir sebagai upaya untuk memperkuat ekspor China. Kesepakatan dagang AS-China semakin jauh sejalan dengan perusahaan-perusahaan China telah berhenti membeli produk-produk agrikultur asal AS menurut Menteri Perdagangan China, dimana China merupakan pembeli terbesar produk-produk pertanian asal AS, seperti kedelai dan jagung. Di samping itu, di pasar komoditi, harga minyak mentah WTI  melemah –1.74% ke USD 54.69 per barel.

Pada perdagangan 5 Agustus, IHSG ditutup  melemah sebesar –2.59% kelevel 6,176. Sejalan dengan hal tersebut investor portofolio membukukan net sell sebesar IDR    1.09 Triliun. Pelemahan IHSG seiring dengan realisasi PDB Indonesia kuartal II-2019 sebesar 5.05% YoY,  lebih rendah dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (+5.07%). Sentimen lainnya yang perlu diperhatikan, yaitu rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia periode Juli 2019 oleh Bank Indonesia.

Back Download PDF