Beranda

RESEARCH

Daily Highlight

09 Agustus 2019

Fundamental Analysis 09 Agustus 2019

Kembali reboundnya DJIA menjadi "angin sepoi-sepoi" bagi perdagangan di Bursa Indonesia diakhir minggu ini yang saya perkirakan akan melanjutkan penguatannya, setelah semalam DJIA naik sebesar +1.43% disertai naiknya harga Minyak Mentah +1.07%, Nikel +2.34%, Timah +0.81% serta CPO +1.85%. Tidak hanya itu, menguatnya EIDO +1.25% dan naiknya Bursa Asia Jumat pagi ini menjadi "vitamin" tambahan bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikannya diakhir pekan ini. Mengetahui IHSG berpotensi berlanjut menguat dalam perdagangan Jumat ini, kami merekomendasikan untuk trading atas saham-saham di Sektor Telko, Logam, Properti, Bank,  Infrastruktur, Konstruksi dan Pakan Ternak Ayam. IHSG kami perkirakan bergerak pada 6,226 - 6,319. Adapun saham – saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah TLKM ANTM DMAS BNLI PWON TOWR BRPT BSDE CPIN WEGE.

Mayoritas bursa saham di developed economies bergerak menguat. Bursa saham benua kuning bergerak menguat pada perdagangan akhir kemarin. Indeks Nikkei ditutup menguat sebesar +0.37%, Indeks Hang Seng menguat sebesar +0.48%, diikuti oleh Indeks Shanghai dan Indeks Kospi yang masing-masing menguat sebesar +0.93% dan +0.57%. Sementara itu, Dow Jones ditutup menguat sebesar +1.43% ke level 26,378,  diiringi oleh penguatan pada S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing sebesar +1.88% dan +2.29%. Wall Street ditutup menguat sejalan dengan meredanya kekhawatiran pelaku pasar akan risiko resesi ekonomi akibat perang dagang seiring dengan rilis data neraca dagang China periode Juli yang membukukan surplus sebesar US$ 45 miliar, lebih tinggi dari konsensus sebesar US$ 40 miliar didukung oleh ekspor yang tumbuh 3,3% YoY, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang terkontraksi turun 1,3% dan impor juga hanya turun 5,6% YoY yang mana lebih rendah dari konsensus yang sebesar 8,3%. Penguatan di Wall Street juga sejalan dengan rilis data tenaga kerja di AS dimana angka klaim tunjangan pengangguran baru (initial claim) turun sebanyak 8.000 menjadi 209.000 dan yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 10 tahun meningkat ke level 1,72% setelah sebelumnya sempat jatuh ke bawah level 1,6%. Sementara itu, sentimen penggerak harga Bursa Asia dipengaruhi oleh pemangkasan suku bunga acuan bank sentral di sejumlah Negara Asia seperti India, Thailand, dan Filipina dan rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2019 Jepang pagi hari ini. Di samping itu, di pasar komoditi, harga minyak mentah WTI  menguat +2.84% ke USD 52.54 per barel. Penguatan tersebut didorong adanya sinyal pemangkasan produksi lebih lanjut oleh Arab Saudi dan sekutunya.

Pada perdagangan 08 Agustus, IHSG ditutup  menguat sebesar +1.14% kelevel 6,275. Sejalan dengan hal tersebut investor portofolio membukukan net buy sebesar IDR 256 Miliar. Pelaku pasar masih wait and see rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II-2019 yang akan dirilis hari ini. 

Back Download PDF
Copyright © 2019 MNC Sekuritas. All Right Reserved.