RESEARCH

Daily Highlight

10 September 2019

Fundamental Analysis 10 September 2019

Optimisme pembicaraan perdagangan AS-China mendorong naik DJIA dihari ke-4 sebesar +0.26%, EIDO +0.59% disertai naiknya harga Crude Oil +2.38% serta naiknya Nikel +0.89% berpotensi menjadi katalis pendorong IHSG untuk menguat dihari Selasa. Naiknya Indeks Bursa Asia Selasa pagi juga menjadi penegasan IHSG berpotensi menguat hari ini. Mengetahui IHSG berpotensi menguat hari ini, kami merekomendasikan untuk fokus trading atas saham-saham berbasis komoditas tersebut, diantaranya: INCO & DKFT. Selain itu, Selasa ini kami merekomendasikan untuk trading atas saham-saham di Sektor Logam, Energi dan Pakan Ternak. IHSG kami perkirakan bergerak pada 6,272 - 6,365. Adapun saham – saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah ADRO ANTM TINS INCO JPFA DOID PTBA CPIN TOWR PZZA.

Mayoritas bursa saham di developed economies bergerak menguat. Bursa saham benua kuning bergerak menguat pada perdagangan akhir kemarin. Indeks Nikkei ditutup menguat sebesar +0.56%, diikuti oleh Indeks Shanghai dan Indeks Kospi masing-masing menguat sebesar +0.84% dan +0.52%, namun Indeks Hang Seng melemah  sebesar –0.04%. Sementara itu, Dow Jones ditutup menguat sebesar +0.14% ke level 26,836, sebaliknya S&P 500 melemah sebesar –0.01%. Pergerakan flat di Wall Street sejalan dengan sikap pelaku pasar yang wait and see menjelang Rapat FOMC The Fed pada minggu depan yang diprediksikan adanya penurunan suku bunga acuan  ditengah data penciptaan lapangan kerja di AS per Agustus- 19 sebesar 130.000 (vs consensus 158.000) dan tingkat inflasi Juli-19 sebesar +1.6% YoY jauh dibawah target The Fed sebesar 2%. Selain itu, pergerakan juga didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga simpanan (deposit rate) Bank Central Eropa (ECB) pada Kamis minggu ini. Di samping itu, di pasar komoditi, harga minyak mentah WTI  menguat  +2.35% ke USD 57.85 per barel.

Pada perdagangan 9 September, IHSG ditutup menguat sebesar +0.27% kelevel 6,326 meskipun investor portofolio membukukan net sell sebesar IDR 81 Miliar. Penguatan IHSG mengikuti pergerakan mayoritas bursa utama regional terlepas dari rilis data neraca perdagangan China yang mencatatkan ekspor –1% YoY (vs. consensus +2%) dan impor –5.6% YoY (vs consensus –6%).

Back Download PDF