RESEARCH

Monthly Highlight

30 Oktober 2018

Weekly Analysis 29 Oktober - 02 November 2018

Secara week-on-week, IHSG telah melemah sebesar 0.90 persen atau 52.4 point ke 5,784.9. Berdasarkan technical analysis, IHSG masihterlihat downtrend dalam jangka pendek-menengah.  Moving average menunjukkan death cross―pola grafik yang menunjukkan potensi terjadinya aksi jual besar―mengindikasikan tekan jual masih berlanjut. Adapun, volume transaksi masih menunjukkan di bawah rata-rata. IHSG akan menguji 5,704 sebagai strong support level. Kami perkirakan IHSG akan bergerak dalam range 5,704-5,870.

Wall Street dalam sepekan bergerak melemah sebesar –756 point atau –2.97 persen di level 24,688.  Donald Trump dan Xi Jinping pada bulan depan tidak mampu meredakan ketegangan perselisihan dagang. Selain itu, dari sisi domestik, kekhawatiran siklus ekonomi Indonesia terkontraksi pada 3Q18 akibat pelemahan nilai tukar Rupiah dan suku bunga yang naik secara bertahap. Penurunan tersebut juga dipicu akibat kinerja laporan keuangan kuartal III yang tidak memuaskan. Salah satunya adalah performa saham teknologi dan internet.

Bursa Asia mayoritas mengalami pelemahan. Perlemahan paling besar terjadi pada Bursa Jepang sebesar –1,347 atau –5.98. Harga komoditas bergerak mixed. Penguatan terjadi pada harga Timah sebesar +130 persen atau di level +0.68. Perlemah terjadi pada harga oil sebesar –1.5 persen di level –2.21.

 

Back Download PDF