RESEARCH

RESEARCH

01 Februari 2019

Fundamental Analysis 01 Februari 2019

Investor portofolio khawatir government shutdown berdampak negatif terhadap aktivitas ekonomi AS. Sebagai indikasi awal, jobless claims AS meningkat ke level tertinggi dalam 1-½ tahun. Bursa saham Wall Street bergerak mixed. Hal tersebut dapat berpengaruh negatif terhadap bursa saham di emerging markets. Investor portofolio wait and see terhadap data tingkat inflasi Indonesia Jan19 yang diperkirakan tumbuh lebih cepat akibat lanjutan konsumsi musiman akhir tahun dan penyesuaian pendapatan. Hal tersebut dapat berpengaruh positif terutama terhadap sektor konsumer. Namun secara RSI dan Stochastic indicators, IHSG menunjukkan cenderung lemah untuk melanjutkan penguatan. IHSG diperkirakan akan cenderung sideways dengan supp-resist: 6,487-6,561 dan saham-saham yang direkomendasikan: WSKT, PTPP, TOWR, INCO, dan CTRA.

Jobless claims AS meningkat ke level tertinggi dalam 1-½ tahun akibat government shutdown. Investor portofolio khawatir hal tersebut dapat menghambat pertumbuhan ekonomi AS. Alhasil, bursa saham Wall Street ditutup mixed. Dow melemah 0.06% sementara S&P500 menguat 0.86%.

Sebagai katalis positif, penguatan pada mayoritas bursa saham di developed economies, penguatan yang berlanjut pada harga minyak mentah, kekhawatiran tingginya suku bunga dunia mereda dan risiko geopolitik menurun, berpengaruh positif terhadap bursa saham di developing economies. Developing economies berpeluang memperoleh peningkatan pada capital inflow. Mayoritas bursa saham di emerging markets Asia menguat, seperti Nifty index (+1.43%); SET index (+0.83%); dan begitu juga IHSG menguat +1.06% ke 6,532. Penguatan IHSG didorong oleh penguatan pada sektor: finance (+1.73%); infrastructure (+1.68%); dan mining (+1.56%). Saham-saham yang menjadi leading movers, seperti: BBCA, BMRI, BMRI, UNVR, dan ASII. Investor portofolio asing membukukan net sell IDR 11.53 triliun, terdalam sejak awal 2019.

 

Download PDF