RESEARCH

RESEARCH

31 Januari 2019

Fundamental Analysis 31 Januari 2019

Sebagai katalis positif, penguatan pada mayoritas bursa saham di developed economies, penguatan yang berlanjut pada harga minyak mentah, kekhawatiran tingginya suku bunga dunia mereda dan risiko geopolitik menurun, dapat berpengaruh positif terhadap bursa saham di developing economies. Developed economies berpeluang memperoleh peningkatan pada capital inflow. IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan kisaran supp-resist: 6,439-6,513 dan rekomendasi saham-saham hari ini, seperti: MARK, ANTM, MEDC, JPFA, dan ESSA.

Bursa saham di developed economies menguat signifikan. Setelah 2 hari melemah, Dow dan S&P500 masing-masing menguat +1.77 dan 1.55%. Begitu juga, FTSE100 menguat +1.58%. Penguatan tersebut terutama disebabkan oleh: 1) The Fed memutuskan expansionary monetary policy; 2) penguatan pada harga minyak mentah seiring dengan persediaan minyak mentah AS naik lebih rendah dibandingkan market consensus; 3) earnings report dari Apple dan Boeing lebih tinggi dibandingkan market consensus; dan 4) kekhawatiran proses Brexit mereda.

Sebagai katalis positif, mood investor portofolio di developed economies tampak membaik setelah Theresa May mendapatkan mandat dari parlemen Inggris untuk menegosiasikan kembali kesepakatan Brexit-nya dan penguatan pada harga minyak mentah setelah pemerintah AS memberikan sanksi terhadap perusahaan minyak milik Venezuela. Hal tersebut mendorong penguatan pada bursa saham domestik meskipun bursa saham emerging markets Asia bergerak variatif. IHSG reversal menguat +0.43% ke 6,464, didorong oleh penguatan pada sektor: infrastructure (+1.38%); consumer (+1.25%); dan mining (+0.85%). Saham-saham yang menjadi leading movers, seperti: UNVR, HMSP, BBRI, BMRI, dan PGAS. Investor asing berlanjut mencatatkan net buy IDR 14.61 triliun, tertinggi sejak perdagangan awal 2019.

 

Download PDF