RESEARCH

RESEARCH

04 Desember 2018

Weekly Analysis 03 - 07 Desember 2018

Secara week-on-week, IHSG telah menguat sebesar +0.83 persen atau +49.9 point ke 6,056. Penguatan pada bursa saham global sebagai faktor eksternal positif. Bursa saham domestik telah menguat mengikuti penguatan pada bursa saham emerging market economies khususnya Asia. IHSG telah menguat 0.8% WoW ke 6056, lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya. Secara technical analysis, trend IHSG masih menunjukkan channels. IHSG sedang konsolidasi menguji 6120 sebagai resistance level terkuat. Jika break pada level tersebut, kemungkinan besar IHSG akan uptrend dalam jangka pendek. Investor portfolio wait and see tingkat inflasi dan cadangan devisa Indonesia November. Kami perkirakan IHSG akan bergerak dalam range 5,880-6,120.

Wall Street dalam sepekan bergerak melemah sebesar +1,252 point atau +5.16 persen di level 25,538.  Policy maker di The Fed  memberikan sebuah signal bahwa The Fed akan cenderung dovish pada 2019. Di tambah, di G20 meeting, US berencana akan menunda selama 90 hari rencana kenaikan bea impor terhadap produk China sementara China berjanji untuk membeli lebih banyak lagi produk US. Hal tersebut membuat investor portofolio overconfidence. Dalam sepekan Dow telah menguat sekitar 5%.

Bursa Asia mayoritas mengalami pernguatan, pernguatan terbesar terjadi pada Bursa Jepang yang naik sebesar +704 atau +3.25. Jepang melaporkan penjuala ritail yang naik pada Oktober sebesar 3.5% YoY diatas estimasi, pertumbuhan ekonomi Jepang juga diperkirakan membaik. Harga komoditas bergerak mixed. Penguatan terjadi pada harga Nikel sebesar +285% atau meningkat +2.61 point. Perlemah terjadi pada harga Batubara sebesar –0.50 persen atau melemah –0.0 point.

 

 

 

 

 

 

 

Download PDF