RESEARCH

RESEARCH

07 Agustus 2018

Weekly Analysis 06 - 10 Agustus 2018

Selama sepekan lalu pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan sebesar +18.4 poin atau +0.31% ke level 6,007. Seiring dengan membaiknya kinerja keuangan mayoritas emiten dan ekspansi pada aktivitas ekonomi Indonesia pada 2Q18, IHSG dapat break di level 6,100 sebagai resistance terdekat. Hal tersebut menunjukkan solid signal untuk bullish. Namun demikian,  kekhawatiran terhadap kenaikkan pada suku bunga global masih membayangi pergerakan IHSG hingga akhir tahun. Kami perkirakan IHSG akan bergerak dalam range  6,000-6,200.

Wall Street dalam sepekan bergerak menguat +11.5 atau +0.05% di level 25,462. Penguatan tersebut didukung oleh laporan kinerja kuartal dua yang cukup baik. Departemen Tenaga kerja menunjukan ekonomi Amerika Serikat menambahkan 157,000 pekerja di bulan Juli, dan tingkat pengangguran turun tipis menjadi 3.9%. Defisit perdagangan Amerika Serikat melonjak 7.3% pada Juni menjadi US$46.3 Miliar. Bank Semtral Amerika Serikat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga 1,75%-2% dalam rapat FOMC.

Bursa Asia pekan lalu di tutup melemah. Bursa Jepang merespon  penurunan sebesar –187 point atau 0.83% ke level 22,525. Bank of Japan (BoJ) mempertahankan suku bunga jangka pendek sebesar –0.1% dan target imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun di 0%. Bursa Asia merespon perlemahan dikarenakan berlanjutnya tensi perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Ancaman pengenaan tarif yang lebih tinggi terhadap impor China meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar tentang perang dagang. Pasalanya Presiden Donald Trump mengusulkan tarif yang lebih tinggi terhadap impor senilai US$200 miliar menjadi 25%. Harga Komoditas bergerak mixed pada pekan lalu. Kenaikan terbesar terjadi pada harga CPO sebesar +48 atau 2.26% kelevel 2,122. Penurunan paling besar terjadi pada harga Nikel yaitu sebesar –310 poin atau –2.24% kelevel 13,860.

 

 

Download PDF