RESEARCH

RESEARCH

30 November 2018

Weekly Analysis 26 - 30 November 2018

Secara week-on-week, IHSG telah menguat sebesar +2.35 persen atau +138.2 point ke 6,012. IHSG cenderung sideways bergerak di kisaran 5940-6020. Pergerakan IHSG melambat seiring dengan penurunan pada harga minyak mentah. Harga minyak mentah WTI telah turun dalam sekitar 10% ke USD 50.4 /barrel selama sepekan. Ditambah lagi, investor portofolio sedikit underconfident dipengaruhi faktor negatif eksternal, seperti: bursa saham global melemah seiring dengan penurunan pada sektor technology dan ECB memberikan signal bahwa akan menghentikan stimulus pada akhir Desember. Kemungkinan dalam sepekan ke depan, IHSG masih akan cenderung sideways seiring dengan investor portofolio wait and see FOMC Minutes dan G20 Meeting. Secara technical analysis, secara indicator RSI dan Stochastic telah menunjukkan mendekati area overbought. Jika masuk pada area tersebut, maka investor portofolio cenderung profit taking. Kami perkirakan IHSG akan bergerak dalam range 5,880-6,070.

Wall Street dalam sepekan bergerak melemah sebesar –1,127 point atau –4.44 persen di level 24,286.  Perlemahan harga minyak menyeret saham energi tertekan, kekhawatiran pasar akan berlimpahnya pasokan dunia yang tidak diimbangi dengan permintaan ke depan.  Ekonom JPMorgan memperkirakan, ekonomi kuartal keempat 2019 sebesar 2.2% di kuartal pertama dan 2% di kuartal kedua, kemudian turun menjadi 1.7% di kuartal ketiga, dan menjadi 1.5% pada tahun keempat. Pertumbuhan Amerika Serikat tidak melemah namun melambat. Dengan adanya sentimen tersebut besar kemungkinan The Fed akan mempertahankan kebijakan pengetatan moneternya yaitu menaikan satu kali di akhir tahun dan tiga kali di tahun depan ke level 3.25%-3.5%. 

Bursa Asia mayoritas mengalami perlemahan, perlemahan terbesar terjadi pada Bursa Singapore sebesar –31.1 atau –1.01. Harga komoditas bergerak mixed. Penguatan terjadi pada harga CPO sebesar +5.13 persen atau meningkat +91 point. Perlemah terjadi pada harga Oil sebesar –10.7 persen atau melemah –6 point, harga minyak melemah di tengah kekhawatiran meningkatnya pasokan global.

 

Download PDF