RESEARCH

RESEARCH

04 Februari 2019

Fundamental Analysis 04 Februari 2019

MSCI index dan EIDO masing-masing sama-sama melemah sekitar -0.79% pada perdagangan akhir pekan lalu. Hal tersebut dapat berpengaruh negatif terhadap bursa saham di emerging market economies. Adapun, mengingat besok hari libur hari raya Imlek, kemungkinan frekuensi transaksi di pasar saham cenderung melambat dan investor cenderung convert portofolionya menjadi cash. Perkiraan perdagangan hari ini, IHSG cenderung sideways dengan supp-resist: 6,482-6,612 dan saham-saham yang kami rekomendasikan, seperti: BNII, WIKA, ADHI, RALS, dan ISAT. Dalam sepekan ke depan, investor wait and see terutama data full year GDP Indonesia dan balance of trade AS.

Dalam sepekan, Dow dan S&P500 masing-masing telah menguat +1.32 dan 1.57% di tengah The Fed menahan tingkat suku bunga acuan dan nonfarm payrolls meningkat di atas market consensus. Namun demikian, jobless claims meningkat ke level tertinggi dalam 1-½ tahun. Investor portofolio masih ragu-ragu akibat kekhawatiran dari dampak government shutdown. Di pasar komoditi, harga minyak mentah WTI dalam sepekan telah menguat sekitar +6% di tengah persediaan minyak mentah AS lebih rendah dibandingkan dengan market consesnsus dan pemerintah AS memberikan sanksi terhadap perusahaan minyak Venezuela.

Pada perdagangan 01Feb, sesuai ekspektasi, IHSG cenderung sideways. Investor portofolio tampak khawatir government shutdown berdampak negatif terhadap aktivitas ekonomi AS. Sebagai indikasi awal, jobless claims AS meningkat ke level tertinggi dalam 1-½ tahun. Bursa saham Wall Street bergerak mixed. Hal tersebut berpengaruh negatif terhadap bursa saham domestik. IHSG ditutup steady di level 6,538 atau naik tipis +0.09%, lebih rendah dibandingkan dengan penguatan selama 2 hari sebelumnya. Adapun, sektor-sektor yang menguat, seperti: trade (+0.94%); finance (+0.72%); dan basic industry (+0.27%). Saham-saham yang menjadi leading movers, seperti: BBCA, BBCA, BMRI, UNVR, dan ASII. Investor portofolio asing kembali membukukan net buy IDR 683.51 miliar. Adapun, sebagai katalis positif dari domestik, daya beli masyarakat cenderung meningkat, terefleksi tingkat inflasi inti sebesar +0.30% MoM, tertinggi sejak Sep17.

 

Download PDF