RESEARCH

RESEARCH

08 April 2019

Fundamental Analysis 08 April 2019

Sebagai leading indicator, MSCI index dan EIDO masing-masing menguat +0.77 dan 0.19%, seiring dengan penguatan pada mayoritas bursa saham di developed economies. Sebagai katalis negatif, harga batubara acuan turun ke level terendah sejak Agust17. Pada perdagangan 08Apr, IHSG cenderung bergerak variatif dengan supp-resist: 6,436-6,531 dan saham-saham yang direkomendasikan, seperti: BRPT, SMRA, TOWR, DMAS, dan PZZA. Sebagai tambahan informasi, investor portofolio wait and see cadangan devisa (cadev) Indonesia per Mar19.

Mayoritas bursa saham di developed economies menguat. Dow menguat +0.15% ke 26,424, mengikuti penguatan 2-hari berturut-turut dan diikuti oleh penguatan pada S&P 500 (+0.46%). Sebagai pendorong, saham Chevron dan American Express masing-masing menguat signifikan +1.30 dan 0.76%. Penguatan tersebut terutama dipengaruhi oleh berlanjut membaiknya aktivitas ekonomi di US, tercermin nonfarm payrolls di US berlanjut meningkat. Begitu juga, FTSE 100 dan DAX masing-masing menguat +0.61 dan 0.16%. Di samping itu, di pasar komoditi, setelah 2-hari melemah, harga minyak mentah WTI rebound +1.

Pada perdagangan 05Mar, setelah 2-hari menguat, IHSG melemah -0.32% ke 6,474, di tengah mayoritas bursa saham di emerging market economies menguat. Sebagai pemberat, sektor mining turun tajam -1.02%; consumer (-0.69%); dan manufacturing (-0.34%). Saham-saham yang menjadi lagging movers, seperti: HMSP, BMRI, BBCA, TPIA, dan GGRM. Penurunan ini terutama disebabkan oleh harga batubara acuan (HBA) menyentuh level terendah sejak Agust17. Namun, investor portofolio asing berlanjut membukukan net buy IDR 435.06 miliar, net buy 3-hari.

 

 

Download PDF