RESEARCH

Company Update

10 April 2019

Fundamental Analysis 10 April 2019

Mayoritas bursa saham di developed economies ditutup melemah, dimana disebabkan oleh job openings di US jauh lebih rendah dibandingkan dengan market consensus dan IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global ke level terendah sejak krisis keuangan. Sebagai leading indicator, MSCI index melemah -0.16% sementara EIDO menguat +0.50%. Pada perdagangan 10Apr, IHSG cenderung melemah dengan supp-resist: 6,428-6,522 dan saham-saham yang direkomendasikan, seperti: SMRA, ACES, PTPP, DOID, dan WEGE.

Mayoritas bursa saham di developed economies ditutup melemah. Dow berlanjut melemah -0.72% ke 26,150, penurunan 2-hari dan diikuti oleh penurunan pada S&P 500 (-0.61%). Sebagai pemberat, saham Boeing dan 3M masing-masing turun -1.46 dan 1.42%. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh job openings di US jauh lebih rendah dibandingkan dengan market consensus dan IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global ke level terendah sejak krisis keuangan. Begitu juga, FTSE 100 dan DAX masing-masing melemah -0.35 dan 0.94%. Di samping itu, di pasar komoditi, setelah penguatan 2-hari, harga minyak mentah WTI melemah -0.65% ke USD 63.98 per barel.

Pada perdagangan 09Apr, IHSG menguat +0.91% ke 6,484, mengikuti penguatan pada mayoritas bursa saham di emerging market economies, dimana SET index dan TWSE masing-masing menguat signifikan +0.69 dan 0.47%. Sebagai pendorong, sektor miscellaneous menguat signifikan +1.77%; property (+1.54%); dan trade (+1.34%). Saham-saham yang menjadi leading movers, seperti: UNVR, ASII, FREN, BBCA, dan BMRI. Adapun, investor portofolio asing berlanjut membukukan net buy IDR +596.65 miliar, net buy 5-hari berturut-turut. Sebagai katalis positif, harga minyak mentah berlanjut menguat dan menyentuh level tertinggi sejak awal tahun 2019.

Back Download PDF