RESEARCH

RESEARCH

11 Februari 2019

Fundamental Analysis 11 Februari 2019

Investor portofolio tampaknya masih khawatir akibat 1) Pemerintah AS batal bertemu dengan Pemerintah China untuk diskusi perselisihan dagang; 2) Brexit berpengaruh negatif terhadap aktivitas ekonomi Eropa secara menyeluruh. Selain itu, CAD Indonesia pada 4Q18 yang melebar lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya seiring dengan penurunan pada Cadev. Hal tersebut dapat menyebabkan nilai rupiah terdepresiasi. Di samping itu, investor portofolio wait and see data pertumbuhan real GDP dan balance of trade UK. Akibatnya, pada perdagangan 11Jan, IHSG berpotensi sideways dengan supp-resist: 6,478-6,573 dan saham-saham yang kami rekomendasikan, seperti: BNGA, SMRA, RALS, PPRO, dan PGAS.

Pada perdagangan akhir pekan lalu (08Feb), bursa saham Wall Street ditutup variatif. Dow melemah 0.25% sementara S&P500 menguat tipis 0.07%. Hal tersebut masih disebabkan oleh investor portofolio underconfidence akibat Pemerintah AS gagal bertemu dengan pemerintah China untuk diskusi perselisihan dagang. Di samping itu, mayoritas bursa saham Eropa melemah. FTSE100 dan DAX masing-masing melemah -0.32 dan 1.05%. Hal tersebut masih disebabkan oleh investor portofolio khawatir terhadap Brexit dapat berpengaruh negatif terhadap aktivitas ekonomi Eropa.

Mayoritas bursa saham di developed economies melemah. Begitu juga, MSCI index dan EIDO sebagai leading indicator masing-masing melemah 1.00 dan 0.34%. Investor portofolio tampak underconfidence akibat risiko perselisihan dagang meningkat dan ekspektasi perlambatan pada ekonomi Uni Eropa. Sebagai spillover effect, hal tersebut berpengaruh negatif terhadap bursa saham di developing economies, capital outflow meningkat. Di samping itu, investor portofolio khawatir CAD Indonesia semakin melebar 3.57% dari PDB, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya (-3.37%). CAD melebar seiring dengan penurunan pada Cadev. Sesuai ekspektasi, IHSG melemah 0.23% ke 6,521 sementara investor portofolio asing mencatatkan net sell IDR 205.30 miliar, setelah 2-hari net buy. Penurunan pada IHSG tertekan oleh penurunan pada sektor: basic industry (-1.73%) dan mining (-1.46%). Adapun, saham-saham yang menjadi lagging movers, seperti: BBRI, UNTR, CPIN, ASII, dan TKIM.

 

Download PDF