RESEARCH

Company Update

11 Juni 2019

Fundamental Analysis 11 Juni 2019

Pembatalan pengenaan tariff bea masuk barang meksiko ke AS menjadi pendorong penguatan kembali DJIA sebesar +0.30% menjadi katalis bagi perdagangan di Bursa Indonesia disamping penguatan EIDO +0.63% serta penguatan tipis Bursa Regional Selasa pagi. Dilain pihak jatuhnya harga komoditas Gold -0.97%, Oil -1.16%, Timah -0.32% serta harga CPO yang kembali terperosok turun -1.63% berpotensi menjadi faktor pendorong investor mengambil posisi ptofit taking atas saham berbasis komoditas. IHSG kami perkirakan bergerak pada range 6,251 - 6,344. Adapun saham – saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah CTRA, BBRI, ANTM, TLKM, MARK. Mayoritas bursa saham di developed economies ditutup menguat. Bursa saham benua kuning bergerak menguat pada perdagangan akhir kemarin. Indeks Nikkei ditutup menguat sebesar +1.2%, Indeks Hang Seng menguat sebesar +2.27%, indeks Shangai naik +0.86% diikuti dengan indeks Kospi +1.31%. Sementara itu, Wall Street semalam juga mengalami penguatan. Indeks Dow Jones menguat sebesar +0.30% di level 26,062 diikuti oleh indeks S&P 500 yang ditutup menguat +0.47% ke level 2,886. Wall Street ditutup menguat dikarenakan hubungan dagang AS-Meksiko membaik dimana Presiden AS, Donald Trump, menangguhkan pemberlakuan tarif terhadap produk impor Meksiko. Pelaku pasar juga menjadi underconfidence setelah Gubernur The Fed Jerome Powell memberi sinyal pemangkasan tingkat suku bunga acuan (4/6/19) dikarenakan ketidakpastian geopolitik, perang dagang, dan rilis data ekonomi US yang mengecewakan dimana perekonomian US hanya menciptakan 75.000 lapangan kerja yang merupakan kali pertama sejak awal tahun penciptaan lapangan kerja di bawah 100.000. Selain itu, AS-China akan melakukan kesepakatan untuk menyelesaikan hubungan dagang diantara keduanya di ajang KTT G-20, akhir bulan ini. Di samping itu, di pasar komoditi, harga minyak mentah WTI berlanjut melemah –1.35% ke USD 53.26 per barel. Pada perdagangan 31 Mei, IHSG ditutup menguat sebesar +1.30% kelevel 6,289. Sejalan dengan hal tersebut investor portofolio membukukan net buy sebesar IDR 480 Miliar.

Back Download PDF