RESEARCH

RESEARCH

11 Maret 2019

Fundamental Analysis 11 Maret 2019

Investor portofolio khawatir terhadap perlambatan pada pertumbuhan ekonomi global dalam jangka pendek, setelah salah satu indikator ekonomi US menunjukkan tidak sesuai dengan ekspektasi. Peningkatan pada nonfarm payrolls di US jauh lebih rendah dibandingkan dengan market consensus. Akibatnya, mayoritas bursa saham di developed economies dan harga minyak mentah turun. Tekanan net capital outflow kemungkinan berlanjut. Sebagai leading indicator, MSCI index dan EIDO masing-masing turun -0.69 dan 1.30%. IHSG kemungkinan berlanjut melemah dengan supp-resist: 6,340-6,433 dan saham-saham yang direkomendasikan, seperti: PZZA, WEGE, ADRO, DMAS, dan PPRO.

Pada perdagangan akhir pekan lalu (08Feb), mayoritas bursa saham di developed economies turun. Dow berlanjut turun -0.09% ke 25,450, mengikuti penurunan 4-hari berturut-turut dan diikuti oleh penurunan pada S&P 500 (-0.21%). Begitu juga, FTSE 100 dan DAX masing-masing turun -0.74 dan 0.52%. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh investor portofolio khawatir terhadap perlambatan pada pertumbuhan ekonomi global dalam jangka pendek, setelah salah satu indikator ekonomi US menunjukkan tidak sesuai dengan ekspektasi. Peningkatan pada nonfarm payrolls di US jauh lebih rendah dibandingkan dengan market consensus. Selain itu, faktor eksternal negatif lain, harga minyak mentah WTI turun -1.04% ke USD 56.07 per barel.

Sesuai dengan ekspektasi, IHSG melemah -1.16% ke 6,383. Investor portofolio asing berlanjut membukukan net sell IDR -609.73 miliar. Investor portofolio khawatir terhadap perlambatan pada pertumbuhan ekonomi global, setelah neraca perdagangan defisit US menunjukkan menyentuh level tertinggi 10-tahun dan ECB memberikan sinyal menahan suku bunga acuan hingga 2020. Sektor-sektor yang menurun, seperti: infrastruktur (-2.58%); aneka industri (-2.06%); dan industri dasar (-1.37%). Adapun, saham-saham yang menjadi lagging movers, seperti: TCPI, BMRI, TLKM, ASII, dan BBRI.

Download PDF