RESEARCH

Company Update

12 April 2019

Fundamental Analysis 12 April 2019

Investor portofolio masih cenderung khawatir terhadap perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitics. Ditambah lagi, penurunan tajam pada harga minyak mentah seiring dengan peningkatan pada persediaan minyak mentah di US. Sebagai leading indicator,  MSCI index dan EIDO masing-masing turun tajam -1.08 dan 2.31%. Pada perdagangan 12Apr, IHSG berlanjut cenderung melemah dengan supp-resist: 6,361-6,454 dan saham-saham yang direkomendasikan, seperti: PPRE, INCO, SSIA, BSDE, dan WSKT.

Di pasar komoditi, harga minyak mentah WTI turun tajam -1.28% ke USD 63.78, seiring dengan peningkatan pada persediaan minyak mentah di US. Di samping itu, di tengah ketidakpastian geopolitics dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global, mayoritas bursa saham di developed economies ditutup variatif. Dow melemah tipis -0.05% ke 26,143 sementara S&P 500 sideways. Sebagai pemberat, saham Dow dan Apple masing-masing turun signifikan -1.47 dan 0.83%. Begitu juga, FTSE 100 melemah tipis -0.05% sementara DAX menguat +0.25%.

Kekhawatiran investor portofolio terhadap perlambatan ekonomi global masih berlanjut, setelah IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global ke level terendah sejak krisis keuangan. Pada perdagangan 11Apr, IHSG berlanjut melemah -1.05% ke 6,410, menyusul penurunan pada hari sebelumnya dan mengikuti penurunan mayoritas bursa saham di emerging market economies, dimana Shanghai dan KLCI masing-masing turun signifikan -1.60 dan 0.93%. Namun demikian, investor portofolio asing berlanjut membukukan net buy IDR +546.80 miliar, net buy 7-hari. Sebagai pemberat, sektor basic industry turun signifikan -2.32%; manufacturing (-1.68%); dan consumer (-1.46%). Saham-saham yang menjadi lagging movers, seperti: BMRI, HMSP, TLKM, UNVR, dan BBCA. Penurunan ini di tengah FOMC minutes untuk Mar19 mengungkapkan bahwa policy maker di The Fed tidak berharap untuk membuat perubahan pada kebijakan suku bunga pada tahun ini. Begitu juga, ECB tetap mempertahankan suku bunga acuan di level rekor terendahnya.

 

Back Download PDF