RESEARCH

RESEARCH

12 Februari 2019

Fundamental Analysis 12 Februari 2019

Di tengah ketidakpastian perselisihan dagang antara US-China, bursa saham di developed economies ditutup variatif. Jika tidak ada kesepakatan secepatnya, Pemerintah US telah mengancam untuk menggandakan tarif pada impor Cina senilai USD 200 miliar. Namun, cadev China berlanjut meningkat dalam tiga bulan berturut-turut, dapat menjadi katalis positif bagi bursa saham di developing economies. Setelah 3-hari melemah, IHSG berpotensi reversal menguat dengan supp-resist: 6,444-6,538 dan kami merekomendasikan saham-saham, seperti: RALS, TLKM, BNII, ACES, dan MARK.

Ketidakpastian perselisihan dagang antara US-China masih membayangi investor portofolio. Wall Street kembali ditutup variatif. Dow melemah 0.27% sementara S&P500 menguat tipis +0.07%. Ditambah, harga minyak mentah WTI berlanjut melemah 0.59%, seiring dengan peningkatan pada rigs US. Di samping itu, bursa saham Eropa reversal menguat. FTSE100 dan DAX masing-masing menguat 0.66 dan 0.95%.

Investor portofolio masih khawatir akibat 1) Pemerintah AS batal bertemu dengan Pemerintah China untuk diskusi perselisihan dagang; 2) Brexit berpengaruh negatif terhadap aktivitas ekonomi Eropa secara menyeluruh. Selain itu, CAD Indonesia pada 4Q18 yang melebar lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya seiring dengan penurunan pada Cadev. Hal tersebut dapat menyebabkan nilai rupiah terdepresiasi. Di samping itu, investor portofolio wait and see data pertumbuhan real GDP dan balance of trade UK. Akibatnya, pada perdagangan 11Jan, bursa saham domestik melemah di tengah bursa saham emerging market economies bergerak variatif. IHSG melemah 0.41% ke 6,495, tertekan oleh penurunan pada sektor: miscellaneous (-1.65%); mining (-1.53%); dan basic industry (-1.22%). Saham-saham yang menjadi lagging movers, seperti: UNVR, ASII, HMSP, CPIN, dan BBCA. Investor portofolio asing berlanjut membukukan net sell IDR 132.9 miliar, mengikuti net sell pada akhir pekan lalu.

 

Download PDF