RESEARCH

Company Update

13 Agustus 2019

Fundamental Analysis 13 Agustus 2019

Langkah berat alias penurunan IHSG seperti kemarin saya paparkan akan berlanjut dalam perdagangan Selasa ini menyusul cukup tajamnya kejatuhan DJIA -1.49% seiring tajamnya kejatuhan yield obligasi AS tenor 10 tahun ,(-5.91%), Coal -0.81% & EIDO -1.56% semalam. Cukup tajamnya kejatuhan indeks Nikkei sekitar -1.22% dan Indeks Futures Hanseng yang turun -2.44% saat tulisan ini dibuat juga menjadi faktor pemberat IHSG akan turun hari ini. Mengetahui  sentimen tersebut, Selasa ini kami merekomendasikan untuk trading atas saham-saham di Sektor Telekomunikasi, Infrastruktur, Konstruksi, Farmasi dan Retail. IHSG kami perkirakan bergerak pada 6,206 - 6,298. Adapun saham – saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah ISAT ERAA WEGE TWOR KLBF TBIG NFCX SRTG EXCL AKRA.

Mayoritas bursa saham di developed economies bergerak melemah. Bursa saham benua kuning bergerak bervariatif pada perdagangan akhir kemarin. Indeks Kospi menguat sebesar +0.23%, diikuti oleh Indeks Shanghai menguat sebesar +1.45%, namun Indeks Hang Seng melemah sebesar –0.44%, adapun Indeks Nikkei 225 Jepang tutup karena libur.  Sementara itu, Dow Jones ditutup melemah sebesar –1.48% ke level 25,898,  pelemahan tersebut seiring dengan pelemahan pada S&P 500 (-1.22%). Wall Street ditutup melemah sejalan dengan kekhawatiran pelaku pasar terhadap perang dagang AS-China yang masih memanas dan  ketegangan geopolitik di sejumlah negara. Adapaun gelombang aksi massa di Hong Kong belum juga reda, lalu situasi di Timur Tengah juga kian memanas seiring dengan sikap keberatan Negara-Negara Teluk dengan adanya operasi pengamanan kapal yang melintas di Selat Hormuz oleh AS dan sekutunya setelah sejumlah kapal mengalami penyerangan dan penyanderaan. Sentimen negatif bagi pasar keuangan global juga datang dari kekhawatiran Argentina berpotensi mengalami krisis seperti tahun lalu jika Presiden Mauricio Macri tidak terpilih kembali sebab reformasi fiskal akan ditinggalkan. Di samping itu, di pasar komoditi, harga minyak mentah WTI  menguat +0.79% ke USD 54.93 per barel.

Pada perdagangan 12 Agustus, IHSG ditutup  melemah sebesar –0.50% kelevel 6,251. Pelemahan tersebut dikarenakan koreksi teknikal akibat tekanan jual setelah sebelumnya, baik IHSG, rupiah, maupun obligasi pemerintah sama-sama sudah menguat tiga hari beruntun. Defisit NPI sebesar US$ 1,98 miliar, padahal pada kuartal sebelumnya surplus US$ 2,42 miliar, dan juga deficit current account sebesar US$ 8,44 miliar, yang lebih dalam dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu minus US$ 6,97 miliar juga turut menjadi sentimen pelemahan IHSG. Sejalan dengan hal tersebut investor portofolio membukukan net sell sebesar IDR   132 Miliar.

Back Download PDF