RESEARCH

Company Update

13 Juni 2019

Fundamental Analysis 13 Juni 2019

Data inflasi yang lebih rendah dan perkiraan serta turunnya harga WTI crude oil sebesar -3.78% (setelah sempat turun -4%) menjadi pendorong DJIA kembali terkoreksi tipis -0.17% semalam. Jika penurunan DJIA dan Oil tersebut dikombinasiksn dengan turunnya Nikel -0.46%, CPO -1.94% serta Coal -4.09% menjadi faktor negatif bagi perdagangan di Bursa Indonesia dihari Kamis ini. Perjalanan IHSG juga semakin berat menyusul jatuhnya EIDO -1.28% serta turunnya Bursa Asia pagi ini. Mengetahui situasi diatas, untuk Kamis ini kami mengusulkan investor untuk fokus di Sektor Properti, Logam, Basic Industry, Infrastruktur dan Perbankan. IHSG kami perkirakan bergerak pada range 6,228 - 6,321. Adapun saham – saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah JPFA SSIA AKRA BBTN NFCX.

Mayoritas bursa saham di developed economies ditutup melemah. Bursa saham benua kuning bergerak melemah pada perdagangan akhir kemarin. Indeks Nikkei ditutup melemah sebesar -0.35%, Indeks Hang Seng melemah sebesar –1.73%, indeks Shangai turun –0.56% diikuti dengan indeks Kospi –0.14%. Sementara itu, bursa saham AS semalam mengalami perlemahan. Indeks Dow Jones melemah sebesar –0.17% di level 26,005 diikuti oleh indeks S&P 500 yang ditutup melemah –0.20 dan Nasdaq Compiste melemah –0.38%. Sebagai pemberat, saham perbankan juga mengalami pelemahan setelah penurunan suku bunga acuan AS, diikuti saham energi yang diiringi dengan harga minyak yang turun. Pelaku pasar telah memperhitungkan (price in) setidaknya akan ada dua kali pemotongan suku bunga The Fed hingga akhir 2019 dikarenakan data inflasi konsumen AS naik 0.1% pada Mei menunjukkan laju inflasi yang moderat dan dapat mendorong The Fed untuk menurunkan suku bunganya. Para pembuat kebijakan The Fed akan bertemu pada 18-19 Juni mendatang. Di samping itu, di pasar komoditi, harga minyak mentah WTI melemah –4.00% ke USD 51.14 per barel dikarenakan peningkatan jumlah stok minyak mentah AS ke level tertinggi sejak Juli 2017.

Pada perdagangan 12 Juni, IHSG ditutup melemah sebesar –0.34% kelevel 6,276, pelaku pasar nampaknya sedang melakukan ambil untung (profit taking) karena IHSG sebelumnya menguat empat hari berturut-turut Sejalan dengan hal tersebut investor portofolio membukukan net sell sebesar IDR 189 Miliar.

Back Download PDF