Beranda

RESEARCH

Company Update

14 Agustus 2019

Fundamental Analysis 14 Agustus 2019

Hari ini kita bisa sedikit bernafas lega karena langkah kita akan terasa ringan di Bursa Indonesia alias IHSG akan menguat seiring reboundnya DJIA +1.44%, Oil +3.63%, Nikel +0.51%, Timah +1.42% & CPO +1.61%. Penguatan IHSG Rabu ini juga didorong penguatan EIDO +0.81% serta penguatan Bursa Asia pagi ini seperti indeks Nikkei yang menguat +0.90% dan indeks futures Hangseng mengindikasikan menguat +1.53%. Mengetahui sentimen tersebut, Rabu ini kami merekomendasikan untuk trading atas saham-saham di Sektor Logam, Konstruksi, Telekomunikasi, Properti dan Industri Dasar. IHSG kami perkirakan bergerak pada 6,154 - 6,246. Adapun saham – saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah ERAA ISAT ANTM SMRA WOOD WEGE WIKA CTRA INCO BSDE.

Mayoritas bursa saham di developed economies bergerak menguat. Bursa saham benua kuning bergerak melemah pada perdagangan akhir kemarin. Indeks Nikkei ditutup melemah sebesar –1.11%, Indeks Hang Seng melemah sebesar –2.1%, diiukuti oleh Indeks Shanghai dan Indeks Kospi yang masing-masing melemah sebesar –0.63% dan –0.85%. Sementara itu, Dow Jones ditutup menguat sebesar +1.44% ke level 26,230, penguatan tersebut seiring dengan penguatan pada S&P 500 (+1.48%). Wall Street ditutup menguat sejalan dengan optimisme pelaku pasar akan meredanya eskalasi perang dagang ditengah penundaan rencana pemberlakuan bea masuk baru sebesar 10% untuk importasi produk China senilai US$ 300 miliar hingga 15 Desember. Implikasinya sejumlah emiten di Wall Street menguat diantaranya saham Apple menguat sebesar +4,23%. Penguatan di Wall Street seiring dengan rilis data Personal Consumption Expenditure (PCE) inti AS, yang digunakan oleh The Fed sebagai indikator pengukuran inflasi, naik sebesar 2,2% YoY yang berada di atas target 2% yang ditetapkan The Fed. Sentimen lainnya yang dapat memengaruhi pergerakan bursa saham global yaitu ketegangan geopolitik di sejumlah Negara, seperti aksi massa di Hong Kong dan pelemahan mata uang peso Australia yang mencapai rekor terlemah baru sepanjang sejarah akibat kekhawatiran calon presiden terpilih tidak akan mengambil kebijakan reformasi fiskal. Di samping itu, di pasar komoditi, harga minyak mentah WTI menguat +3.95% ke USD 57.1 per barel.

Pada perdagangan 13 Agustus, IHSG ditutup melemah sebesar –0.63% kelevel 6,211. Sejalan dengan hal tersebut investor portofolio membukukan net sell sebesar IDR 1.03 Triliun.

Back Download PDF
Copyright © 2019 MNC Sekuritas. All Right Reserved.