RESEARCH

Company Update

23 Mei 2019

Fundamental Analysis 23 Mei 2019

Di tengah investor portofolio wait and see Fed minutes dirilis, mayoritas bursa saham di developed economies ditutup variatif. Dow melemah -0.39% ke 25,776, dan diikuti oleh penurunan pada S&P500 (-0.28%). Sebagai pemberat, saham Apple dan Goldman Sachs masing-masing melemah -2.05 dan 1.80%. Sementara itu, FTSE 100 dan DAX masing-masing berlanjut menguat +0.07 dan 0.21%. Di samping itu, di pasar komoditi, harga minyak mentah WTI berlanjut melemah -2.49% ke USD 61.42 per barel, penurunan 2-hari. Ini disebabkan oleh persediaan minyak mentah US meningkat 2-minggu. Demikian, pada perdagangan 23Mei, sebagai katalis positif, Fed minutes menunjukkan bahwa policy maker mengindikasikan dovish. Ini dapat menekan net capital outflow. IHSG masih cenderung bergerak variatif seiring dengan risiko ketidakpastian politik domestik meningkat. IHSG bergerak pada range 5.920- 5.968. Adapun saham – saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah BBRI, TBIG, ESSA, INCO, MEDC.

Mayoritas bursa saham di developed economies ditutup variatif. Bursa saham benua kuning bergerak menguat pada perdagangan akhir kemarin. Indeks Nikkei ditutup menguat sebesar 0.05%, Indeks Hang Seng menguat sebesar +0.18%, diikuti dengan indeks Kospi 0.18%. Sementara itu, Wall Street semalam mengalami perlemahan. Indeks Dow Jones melemah sebesar –0.39% di level 25,776 diikuti oleh indeks S&P 500 yang ditutup melemah –0.28%. Wall Street ditutup melemah pada perdagangan kemarin, hal ini dikarenakan pemerintah China masih mempertimbangkan ulang hubungan ekonomi dengan US setelah Washington membatasi bisnis raksasa telekomunikasi Huawei. Sehingga pelaku pasar underconfidance terhadap perkembangan US-China. Saham– saham yang menjadi pemberat pergerakan Wallstreet semalam adalah Qualcomm yang mengalami perlemahan 10.9%. Saham peritel seperti Lowe dan Nordstrom juga mengalami perlemahan masing-masing sebesar 11.9% dan 9.3%. Selain itu pelaku pasar juga menanti keputusan Federal Open Market Communities (FOMC) mengenai perubahan kebijakan moneter. Dimana suku bunga acuan FFR yang berada di rentang 2,25%-2,5% diperkirakan tidak berubah dalam waktu dekan walaupun terjadi peningkatan kegiatan ekonomi US. Di samping itu, di pasar komoditi, harga minyak mentah WTI berlanjut melemah –2.49% ke USD 61.42 per barel.

Pada perdagangan 22Mei, IHSG ditutup melemah sebesar –0.20% kelevel 5,939. Sejalan dengan hal tersebut investor portofolio membukukan net buy sebesar  IDR 702 Miliar. 

 

Back Download PDF