RESEARCH

Company Update

24 Mei 2019

Fundamental Analysis 24 Mei 2019

Di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global akibat kebijakan trade restriction yang dilakukan oleh antara US-China dan persediaan minyak mentah US  meningkat 2-pekan, harga minyak mentah WTI anjlok -5.26% ke USD 58.19 per barel, penurunan 3-hari. Implikasinya, mayoritas bursa saham di developed economies ditutup melemah. Dow melemah -1.11% ke 25,490, dan diikuti oleh penurunan pada S&P500 (-1.19%). Sebagai pemberat, saham IBM dan Cisco masing-masing melemah -2.90 dan 2.69%. Sementara itu, FTSE 100 dan DAX masing-masing melemah -1.41 dan 1.78%. Notulen ECB menunjukkan bahwa kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Pada perdagangan 24Mei, setelah melonjak tajam hampir 2%, IHSG berpotensi terkoreksi terbatas menjelang libur akhir pekan, di tengah sentimen negatif eksternal yang bervariatif. Tekanan net capital outflow kemungkinan masih tetap berlanjut. IHSG kami perkirakan bergerak pada range 5,937 – 6,039.  Adapun saham – saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah BBRI, ISAT, CTRA, INDY, WSBP.

 

Mayoritas bursa saham di developed economies ditutup melemah. Bursa saham benua kuning bergerak melemah pada perdagangan akhir kemarin. Indeks Nikkei ditutup melemah sebesar -0.62%, Indeks Hang Seng melemah sebesar –158%, indeks Shangai turun –0.7% diikuti dengan indeks Kospi –0.26%. Sementara itu, bursa saham AS semalam mengalami perlemahan. Indeks Dow Jones melemah sebesar –1.2% di level 25,468 diikuti oleh indeks S&P 500 yang ditutup melemah –1,14%. Wall Street ditutup melemah dikarenakan masih memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang membebani pasar global. Pelaku pasar menjadi underconfidence dikarenakan China masih enggan melakukan perundingan dengan AS yang memutuskan menaikkan tarif impor barang bernilai US$200 miliar dari China dan masih berencana untuk memberlakukan tarif impor sebesar 25 persen atas barang impor senilai US$325 miliar asal China. Hasil rilis rapat The Fed mengenai tingkat suku bunga acuan tidak diubah dalam beberapa waktu ke depan di tengah perang dagang AS-China yang terus saja tereskalasi, ditambah potensi meletusnya perang dagang AS-Uni Eropa, Rilis data ekonomi hari ini yang mengecewakan memberi tekanan bagi bursa saham menunjukkan data Manufacturing PMI periode Mei 2019 diumumkan hari ini di level 49,6, lebih rendah dari capaian bulan sebelumnya yang sebesar 50.2 yang menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur mengalami kontraksi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Data PMI tersebut menunjukkan gejala perlambatan ekonomi namun The Fed tidak terburu-buru menaikkan bunga acuan. Di samping itu, di pasar komoditi, harga minyak mentah WTI berlanjut melemah –5.71% ke USD 57.91 per barel.

 

Pada perdagangan 22Mei, IHSG ditutup menguat sebesar +1.57% kelevel 6,032.

 

Back Download PDF