RESEARCH

Company Update

27 Mei 2019

Fundamental Analysis 27 Mei 2019

Setelah seminggu lalu IHSG menguat +3.69% disertai Net Sell asing sebesar Rp -1.50 triliun, untuk awal pekan ini IHSG diperkirakan menguat terbatas seiring penguatan DJIA +0.37%, EIDO +0.81%, Oil +1.88%, Nikel +4.25% serta penguatan Bursa Asia pagi ini. Penguatan terbatas IHSG ini juga seiring BEI hanya akan beroperasi hingga hari Rabu ini serta antisipasi Bursa Indonesia yang akan libur panjang sejak 30 Mei 2019. Saham sektor Properti, Nijel, Telko dan Rokok menjadi pilihan untuk perdagangan Senin ini. IHSG kami perkirakan bergerak pada range 6,015 – 6,106  Adapun saham – saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah SMRA CTRA BEST TLKM INCO.

Mayoritas bursa saham di developed economies ditutup bervariatif. Bursa saham benua kuning bergerak bervariatif pada perdagangan akhir kemarin. Indeks Kospi ditutup melemah sebesar –0.69%, Indeks Nikkei melemah sebesar -016%, Indeks Straits Times menguat sebesar +0.29%, Indeks Hang Seng menguat sebesar +0.32%, dan diikuti indeks Shanghai menguat sebesar +0.02%. Sementara itu, bursa saham AS semalam mengalami penguatan. Indeks Dow Jones menguat sebesar +0.37% di level 25,586 diikuti oleh indeks S&P 500 yang ditutup menguat +0.14%. Wall Street ditutup menguat dikarenakan komentar Presiden Trump pada Kamis (23/5) yang menyatakan bahwa perang dagang antara AS dan China akan segera berakhir. Trump akan mengangkat berbagai restriksi yang sempat dia berlakukan terhadap Huawei. Saham Amazon menjadi kontributor penguatan dengan menguat sebesar +1%. Pelaku pasar menjadi overconfidence sebab perang dagang US-China mulai mereda. Namun,  ada satu kendala yang diprediksi bisa menekan bursa AS dikarenakan ekonom JPMorgan, pada Jumat (24/5) menurunkan proyeksi mereka tentang ekonomi AS dan memangkas pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2019 menjadi hanya 1% dari perkiraan sebelumnya 2,25%. Hal tersebut dikarenakan data manufaktur AS yang lemah, dan mencerminkan tanda-tanda perlambatan ekonomi global. Kondisi tersebut merupakan akibat perang dagang yang mulai berdampak. Salah satu dampaknya terjadi pada sektor energi dan teknologi yang menjadi sektor dengan kinerja terburuk sepanjang perdagangan pekan ini. Indeks sektor energi tertekan -3,6%, sedangkan indeks sektor teknologi  menurun -2,8%.  Saham Apple menjadi salah satu kontributornya, dengan pelemahan nyaris 5%. Di samping itu, di pasar komoditi, harga minyak mentah WTI berlanjut menguat+1.24% ke USD 58.63 per barel.

Pada perdagangan 22Mei, IHSG ditutup menguat sebesar +0.41% kelevel 6,057 dan jual bersih (net sell) saham oleh investor asing mencapai Rp 369,74 miliar. 

 

Back Download PDF