Beranda

RESEARCH

Company Update

29 November 2019

Fundamental Analysis 29 November 2019

Nampaknya hari ini IHSG masih sulit untuk menguat. Mengapa? Salah satu jawabannya adalah karena persoalan yang sedang menimpa beberapa aset management saat ini dimana mereka harus mencaurkan (redemption) posisi mereka ditengah diturunkannya limit dan margin trading dibeberapa sekuritas untuk meminimize risiko yang akan terjadi. Sementara dari sisi eksternal, jatuhnya harga beberapa komoditas seperti Nikel dan Timah menambah beban berat yang dipikul IHSG. Belum lagi jatuhnya sebagian Bursa Asia pagi ini dan Indeks Dow futures yang mengindikasikan akan dibuka negatif menambah beban berat IHSG untuk bangkit Jumat ini. Mengetahui IHSG akan berjalan dijalan yang licin dan menurun, kami tetap bersemangat merekomendasikan investor melakukan trading harian atas saham dari sektor Kimia/Energi, Rumah Sakit, Retail, Konsumer, Pakan Ayam dan Infrastruktur untuk perdagangan dihari Jumat ini. IHSG kami perkirakan bergerak pada 5,910 - 6,000 adapun saham – saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah BRPT MIKA DMAS MAPI TPIA FOOD JPFA RALS MDKA TBIG

 

Mayoritas bursa saham di developed economies bergerak bervariatif. Bursa saham benua kuning bergerak melemah pada perdagangan kamis kemarin. Indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar -0.22%, lalu Indeks Shanghai dan Indeks Kospi ditutup masing-masing melemah -0.47% dan -0.67%. Sementara itu, Dow Jones ditutup menguat sebesar +0.15% di level 28,164. hal ini sejalan dengan peenguatan pada S&P 500 sebesar +0.42%. Wall Street pada perdagangan kemarin tidak ada karena memperingati libur Thanksgiving. Jadi tidak ada sentimen yang muncul dari bursaa negeri paman sam tersebut. Di samping itu, pasar komoditi, harga CPO yang menguat +1.42% , Coal melemah -0.44% dan Nickel melemah -2.57%.

 

Pada perdagangan 28 November, IHSG ditutup melemah sebesar -1.16% kelevel 5,953. Sentimen penggerak pasar hari ini diantaranya perkembangan hubungan AS-China, setelah Trump meneken UU perlindungan HAM di HongKong, kondisi pun memanas, China  menegaskan akan melakukan serangan balasan kepada AS, lalu perkembangan dari data pertumbuhan ekonomi di Benua Eropa yang akan dirilis hari ini, lalu yang ketiga dari dalam negeri yakni arah kebijakan BI untuk tahun 2020 , dimana Gubernur BI mengungkapkan posisi kebijakan masih akan akomodatif, ada kemungkinan BI akan agresif, pada awal tahun nanti BI akan menurunkan GWM sebesar 50 basis poin, dengan ini dapat melonggarkan perusahaan perbankan di Indonesia.

 

Back Download PDF
Copyright © 2019 MNC Sekuritas. All Right Reserved.