RESEARCH

RESEARCH

30 Januari 2019

Fundamental Analysis 30 Januari 2019

Mood investor portofolio di developed economies tampak membaik setelah Theresa May mendapatkan mandat dari parlemen Inggris untuk menegosiasikan kembali kesepakatan Brexit-nya. Ditambah lagi, penguatan pada harga minyak mentah setelah pemerintah AS memberikan sanksi terhadap perusahaan minyak milik Venezuela. Hal tersebut kemungkinan dapat menjadi katalis positif dan dapat mendorong penguatan pada IHSG secara temporary. Investor portofolio perlu mewaspadai FOMC meeting yang akan diselenggarakan pada 30-31Jan. IHSG kemungkinan akan bergerak pada kisaran supp-resist: 6,401-6,455 dan saham-saham yang kami rekomendasikan hari ini, seperti: MARK, ANTM, TINS, TLKM, dan NAGA.

Pada perdagangan 29Jan, bursa saham global bergerak mixed. Dow menguat +0.21% sementara S&P500 melemah -0.15%. Di bursa saham Eropa, setelah 5 hari melemah, FTSE100 reversal menguat signifikan +1.29%. Mood investor portofolio tampak membaik setelah Theresa May mendapatkan mandat dari parlemen Inggris untuk menegosiasikan kembali kesepakatan Brexit-nya. Di samping itu, harga minyak mentah kembali menguat setelah pemerintah AS memberlakukan sanksi terhadap perusahaan minyak milik Venezuela. Harga minyak mentah WTI menguat +2.54%, tertinggi dalam 10 hari.

Bursa saham domestik kembali melemah seiring dengan mayoritas bursa saham emerging markets Asia melemah. Investor portofolio tampak khawatir terhadap slowdown economic growth risk, setelah siklus ekonomi China berlanjut terkontraksi. TWSE index (-0.82%); Nifty index (-0.47%); dan KLCI index (-0.42%). Begitu juga, IHSG berlanjut melemah -0.34% ke 6,458, pelemahan dalam 2 hari. Pelemahan tersebut tertekan oleh penurunan pada sektor: trade (-1.25%); property (-0.98%); dan agriculture (-0.88%). Saham-saham yang menjadi lagging movers, seperti: BBRI, CPIN, GGRM, INPP, dan UNTR. Setelah 2 hari net sell, investor asing kembali mencatatkan net buy IDR 607.5 miliar.

 

Download PDF