RESEARCH

Company Update

09 Oktober 2019

Fundamental Analysis 9 Oktober 2019

Meningkatnya ketegangan Trade War antara China vs AS padahal menjelang pertemuan pejabat tinggi kedua negara, mengirimkan DJIA kembali turun cukup tajam dihari kedua sebesar -313.98 poin (-1.19%), sehingga selama 2 hari DJIA turun sebesar -349.7 poin (-1.55%), level terendah DJIA sejak pertengahan Agustus 2019, berpotensi menjadi faktor negatif untuk perdagangan di Bursa Indonesia. Perkiraan turunnya IHSG hari ini seiring turunnya beberapa harga komoditas seperti: Oil -0.4%, Nikel -1.34%, Timah -0.18% serta melemahnya Bursa Asia Rabu pagi ini semakin memperberat gerak langkah IHSG. Mengetahui IHSG berpeluang turun hari ini, kami merekomendasikan untuk trading harian atas saham di sektor Infrastruktur, Retail, Bank, Properti, Telko, TI dan Coal untuk perdagangan dihari Rabu ini. IHSG kami perkirakan bergerak pada 6,002 - 6,094. Adapun saham – saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah AKRA RALS BNLI CTRA ACES PTBA PWON EXCL ADRO NFCX.

Mayoritas bursa saham di developed economies bergerak melemah. Bursa saham benua kuning bergerak menguat pada perdagangan akhir kemarin. Indeks Nikkei ditutup menguat sebesar +0.99%, Indeks Shanghai menguat sebesar +0.29%, diikuti oleh Indeks Hang Seng dan Indeks Kospi masing-masing menguat sebesar +0.28% dan +1.21%. Di sisi lain, Dow Jones ditutup melemah sebesar –1.19% ke level 26,164, pelemahan tersebut seiring dengan pelemahan pada S&P 500 (-1.56%). Wall Street ditutup melemah sejalan dengan pudarnya optimisme pelaku pasar akan damai perang dagang AS-China ditengah pengenaan sanksi blacklist pada 28 entitas China oleh Departemen Perdagangan AS terkait pelanggaran HAM yang dilakukan China dalam penanganan etnis Uighur di China. Sebagai pemberat, AS juga tengah mempertimbangkan langkah untuk mengurangi investasi di China seiring dengan rencana Kementerian Dalam Negeri AS mengenakan pembatasan visa terhadap pejabat China yang terkait dengan kaum minoritas di Xinjiang menjelang perundingan antar kedua negara  pada Kamis (10/10).  Di sisi lain, sentimen positif kebijakan The Fed akan mengatasi persoalan pendanaan di pasar obligasi  beberapa pekan terakhir dalam bentuk pemberian fasilitas repo bagi perbankan belum mampu mendorong pergerakan Wall Street pada perdagangan semalam. Di sisi lain Di samping itu, di pasar komoditi, harga minyak mentah WTI  melemah –0.23% ke USD 52.63 per barel.

Pada perdagangan 8 Oktober, IHSG ditutup menguat sebesar +0.65% kelevel 6,040 meskipun investor asing tercatat melakukan aksi net sell dengan nilai mencapai Rp  185 miliar.

Back Download PDF