RESEARCH

Company Update

18 Juni 2019

IPO Report PT MNC Vision Networks Tbk

PT MNC Vision Networks Tbk

Media Sector

Redefining Entertainment

Pelopor Televisi Satelit Berlangganan Terbesar di Indonesia

PT MNC Vision Networks Tbk (MVN) merupakan perusahaan penyedia layanan jasa informasi dan telekomunikasi serta saluran distribusi konten hiburan ataupun informasi baik dari dalam maupun luar negeri. MVN tergabung dalam perusahaan media terbesar Asia Tenggara di bawah naungan MNC Group. Perseroan menaungi tiga unit usahanya, yaitu: 1) PT MNC Sky Vision Tbk (MNC Vision/MSKY IJ) dengan market share sebesar 96% pada pasar Pay-TV berbasis DTH; 2) PT MNC Kabel Mediakom (MNC Play) sebagai pemain ke-tiga terbesar di bidang fixed broadband/IPTV; 3) PT MNC OTT Network (MNC Now) yang bergerak pada layanan siaran konten digital. Berawal dari PT MNC Sky Vision Tbk pada 1988 dengan branding “Indovision”, Perseroan berhasil memperluas jaringan dengan kepemilikan basis pelanggan sekitar 2,6 juta untuk IPTV/broadband dan direct to home (DTH) pada FY17 didukung oleh 101 kantor cabang dan lebih dari 2.000 tenaga sales yang tersebar di seluruh Indonesia.

Keunggulan Kompetitif dan Prospek Bisnis MVN

MVN terus berkomitmen dan fokus dalam menyediakan saluran distribusi konten hiburan yang berkualitas, baik dari dalam maupun luar negeri. Pada FY18, bisnis MNC Vision melalui DTH (direct to home) berkontribusi sebesar 79,81% terhadap total pendapatan. Sedangkan bisnis jasa broadband internet dan IPTV oleh MNC Play dan bisnis OTT oleh MNC Now masing-masing berkontribusi sebesar 19,87% dan 0,32%. Kami meyakini bahwa Perseroan memiliki prospek investasi yang menarik didukung oleh: 1) Penetrasi pada segmen Pay TV di Indonesia yang relatif rendah sebesar 13% dibandingkan dengan negara di Asia yang mencapai 71%; 2) Kekuatan branding dan kekuatan dalam memimpin pasar pay TV Indonesia; 3) Sinergi yang solid dengan Grup MNC; 4) Peluang penetrasi fixed broadband internet yang diprediksi mencapai 16% dengan jumlah pelanggan 11,3 juta pada FY23F; 5) Prospek industri OTT yang menjanjikan diiringi tingginya penggunaan gadget pada generasi milenial; 6) Tingkat leverage yang manageable dengan DER pada FY19E/FY20F berada pada level 0,88x/1,03x.

Main Business Risk

Perseroan memiliki beberapa risiko utama dalam menjalankan bisnisnya, antara lain: 1) Risiko persaingan usaha; 2) Risiko teknologi; 3) Risiko kebijakan pemerintah.

Indicative Valuation: EV/EBITDA FY19E of 6,88x-7,11x

Kami menggunakan pembobotan metode Relative Valuation yaitu EV/EBITDA, PE, PBV sebagai dasar pendekatan valuasi MVN saat Post-IPO. Nilai kapitalisasi pasar MVN Post-IPO diestimasikan pada rentang Rp8,15 triliun – Rp8,55 triliun. Nilai tersebut merefleksikan nilai EV/EBITDA FY19E sebesar 6,88x – 7,11x. Rekomendasi: NOT RATED.

Back Download PDF