Beranda

RESEARCH

Company Update

11 Februari 2019

MNC Morning Navigator 110219

Global Market Highlight

DJIA pada perdagangan Jumat (08/02) terkoreksi 0,25% pada level 25.106 di tengah penantian pasar akan berlanjutnya kesepakatan dagang AS-China. Sementara itu bursa Eropa terpantau melemah didorong rilisnya data produksi industri Jerman pada 12M18 yang menurun 0,4% MoM (vs konsensus 0,7%). Komisi Uni Eropa juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi EU pada FY19E dari 1,3% menjadi 1,9%. Hari ini pasar menanti hasil pertemuan terkait pembahasan kesepakatan dagang tingkat Wakil Menteri yang akan berlangsung pada Senin waktu Beijing.

Domestic Updates

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada 4Q18 tercatat surplus USD5,42 miliar. Namun NPI sepanjang 2018 tetap minus USD7,13 miliar. Sementara itu transaksi berjalan (current account) pada kuartal 4Q18 mengalami defisit 3,57% dari PDB. Sedangkan secara tahunan, defisit transaksi berjalan berada pada level 2,98% dari PDB yang dipengaruhi oleh impor nonmigas yang tinggi, khususnya bahan baku dan barang modal, sebagai dampak dari kuatnya aktivitas ekonomi dalam negeri, di tengah kinerja ekspor nonmigas yang terbatas. Kenaikan defisit juga didorong oleh peningkatan impor minyak seiring peningkatan rerata harga minyak dunia dan konsumsi BBM domestik. Hal ini tentunya menjadi sentimen negatif bagi pergerakan nilai tukar rupiah.

Company News

  • MCAS optimis dapat membukukan pendapatan berkisar Rp5,1 triliun-Rp6,3 triliun pada FY19E didukung oleh pengembangan aplikasi, hardware dan security system guna mengimbangi ekspansi infrastruktur distribusi dan traffic transaksi. MCAS berencana menyediakan capex Rp120 miliar pada FY19E yang diperoleh dari dana internal dan sisa dana IPO. MCAS menargetkan dapat memiliki 60.000 titik saluran distribusi dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 50.000 titik distribusi. (Kontan)
  • AGII memproyeksikan pendapatan sepanjang FY18E dapat meningkat sekitar 9% YoY menjadi Rp2 triliun (vs Rp1,84 triliun pada FY17) dan laba bersih diprediksi dapat meningkat 2,5% YoY. Saat ini, penjualan terbesar berasal dari bisnis penjualan produk gas sebesar 85%, sementara sisanya instalasi gas 15%.Tahun ini, AGII akan fokus pada efisiensi dan mengatur kembali struktur biaya guna memangkas beban biaya yang bisa menekan pendapatan. (CNBC)
  • KRAS memproyeksikan ekspor baja pada tahun ini bisa naik dua kali lipat dari tahun lalu dengan pembebasan anti dumping dari Malaysia dan Australia.Tim dumping perseroan telah sukses membebaskan KRAS dari pengenaan anti dumping duty atas produk baja canai panas atau hot rolled coil (HRC) di Malaysia. Kebutuhan baja di Malaysia mencapai 9,4 juta ton per tahun, KRAS mengestimasikan ekspor baja ke Malaysia berkisar 400.000 ton hingga 500.000 ton pada 2019. Nilai ekspor total ditargetkan sekitar USD200 juta atau kurang lebih 10% dari total penjualan. (Bisnis Indonesia)

IHSG Update

IHSG terkoreksi 0,23% pada level 6.521,66 pada perdagangan Jumat (08/02) disertai net sell investor asing sebesar Rp205 miliar sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa regional Asia. Sementara itu nilai tukar rupiah terpantau menguat 0,06% pada level 13.965. Hari ini kami perkirakan laju pergerakan IHSG akan berada pada rentang 6.470-6.530 di tengah rilisnya data neraca pembayaran Indonesia dan penantian data Survei Penjualan Eceran Indonesia periode Desember 2018.  Todays recommendation: MEDC, UNTR, TLKM, ELSA.

 

Back Download PDF
Copyright © 2022 MNC Sekuritas. All Right Reserved. A Member of MNC Group