RESEARCH

MNCS Morning Navigator

02 September 2019

MNCS Morning Navigator 02 September 2019

MNCS Morning Navigator
02 September 2019

Global Market Highlight
DJIA menguat sebesar 0,16% pada perdagangan Jumat (30/08) diikuti penguatan indeks S&P 500 (+0,06%) meskipun Nasdaq Composite melemah (-0,13%). Pergerakan indeks terjadi sejalan dengan sikap pelaku pasar yang lebih berhati-hati di tengah ketidakpastian negosiasi dagang AS-China. Adapun AS-China secara efektif saling mengenakan tarif tambahan pada 1 September 2019 meskipun kedua negara memberikan indikasi bawah dialog dagang akan dilanjutkan bulan ini. Di sisi lain, data belanja konsumen AS meningkat sebesar 0,6% pada Jul-19 (vs cons. 0,5%). Hari ini tidak ada perdagangan di pasar AS karena memperingati Labor Day, namun pasar akan tetap menanti beberapa rilis data seperti: 1) Manufacturing PMI Eurozone per Ags-19; 2) Japan Monetary base; 3) China PMI per Aug-19.

Domestic Update
BI merilis mata uang beredar yang meningkat 7,8% YoY menjadi Rp5.937,5 triliun per Jul-19 (vs 6,9% YoY pada Jun-19). Peningkatan ini bersumber dari peningkatan uang kuasi sebesar 7,9% YoY di Jul-19 yang ditopang oleh kestabilan pertumbuhan tabungan, simpanan berjangka serta giro valuta asing. Aktiva luar negeri dan DPK juga berkontribusi dalam peningkatan likuiditas, dimana aktiva luar negeri bertumbuh 1,5% dan DPK meningkat 7,9%.

Company News

  1. PEHA membukukan pendapatan sebesar Rp552,11 miliar pada 1H19 atau bertumbuh 35,53% YoY. Pertumbuhan ini didukung oleh segmen obat generik berlogo yang meningkat 45,86% YoY, dimana segmen ini berkontribusi sebesar 53,10% terhadap pendapatan. Namun laba bersih menurun 9,41% YoY menjadi Rp47,75 miliar yang disebabkan oleh kenaikan BPP sebesar 46,24% YoY. (Market Bisnis)
  2. KAEF membukukan pendapatan sebesar Rp4,52 triliun pada 1H19 atau meningkat sebesar 18,78% YoY (vs Rp3,80 triliun di 1H18). Segmen obat generik berkontribusi paling besar pada total pendapatan senilai Rp718,92 miliar. Akan tetapi, kenaikan pada beban usaha sebesar 22,88% YoY menjadi Rp1,45 triliun menyebabkan penurunan pada laba usaha menjadi Rp60,43 miliar (-65,70% YoY) di 1H19. (Kontan)
  3. LPCK mencatatkan penurunan pendapatan hingga 40,51% YoY menjadi Rp686,49 miliar di 1H19 (vs Rp1,15 triliun pada 1H18). Penurunan ini dipengaruhi dari keuntungan penjualan tanah yang tidak berulang seperti pada 1H18. Selain itu, pendapatan dari penjualan lahan komersial dan ruko menurun menjadi Rp68,9 miliar atau -85,85% YoY. Hal ini berdampak pada bottom line perseroan yang tercatat sebesar Rp221 miliar di 1H19 (vs Rp2,05 triliun di 1H18). (Kontan)

IHSG Update
IHSG ditutup menguat 39,35 poin (+0,63%) pada perdagangan Jumat (30/08) diikuti aksi beli bersih investor asing sebesar Rp68,45 miliar. Penguatan IHSG terjadi sejalan dengan penguatan bursa regional setelah adanya potensi perundingan dagang kembali antara AS-China. Sementara itu, rupiah menguat terhadap USD dilevel Rp14.191. Hari ini kami perkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 6.200-6.350 di tengah penantian investor akan rilisnya data inflasi dan indeks PMI per Aug-19. Todays recommendation: AKRA, ANTM, PGAS, JPFA.

Event Calendar
RUPSLB: BBRI, BTPS

Disclaimer On

Back Download PDF