RESEARCH

Company Update

02 Oktober 2018

Weekly Analysis 01 - 05 Oktober 2018

Secara week-on-week, IHSG telah menguat 0.32% ke 5,976, melanjutkan penguatan dalam tiga pekan. Penguatan tersebut ditengah kebijakan pengetatan moneter. Seperti diketahui, The Fed telah menaikkan fed fund rate sebesar 25bps ke 2.00-2.25%. Sementara Bank Indonesia menaikkan 7 days repo rate sebesar 25bps ke 5.75%. Secara technical analysis, IHSG berpeluangan melanjutkan penguatan terbatas. IHSG akan menguji 6000 sebagai resistance level terkuat. Jika break pada level tersebut, maka IHSG berpeluang melanjutkan penguatan ke 6090 sebagai resistance level terkuat berikutnya. Kami perkirakan IHSG akan bergerak dalam range 5,770-5,835.

Wall Street dalam sepekan bergerak melemah sebesar –285 atau –1.07% di level 26,458. Pergerakan Wall Street melemah pekan lalu seiring dengan kenaikan Fed Fund Rate sebesar 2%-2.5% pengetatan tersebut dilakukan ditengah pertumbuhan Amerika Serikat yang setabil. The Fed memperkirakan kenaikan suku bunga berlanjut pada bulan Desember, tiga kali kenaikan pada 2019 adan satu kali di 2020. Selain itu, tensi politik di global juga kembali memanas, seperti: 1) Rosenstein, the US Deputy Attorney General, terdengar rumor akan resign atau dipecat oleh Trump--US president--dari kabinet. Hal tersebut diduga terkait kasus konspirasi Trump dengan Russia pada election; 2) Luis Caputo, Argentina Central Bank President, memutuskan pengunduran diri. Pengumuman tersebut datang setelah Pemerintah Argentina menekan untuk perjanjian baru terhadap IMF. 

Bursa Asia pekan lalu di tutup mixed. Bursa Jepang mengalami penguatan sebesar +250 atau +1.05 di level 23,869. Harga Komoditas bergerak mixed pada pekan lalu. Kenaikan terbesar terjadi pada harga Minyak sebesar +2.5atau +3.5% kelevel 73.3. Harga Minyak terus menguat menjelang berlakunya sanksi baru Amerika Serikat dengan Irak pada 4 November yang mana AS meminta semua pembeli minyak memutuskan impor dari Iran. Hal tersebut diperkirakan dapat mengurangi pasokan Minyak. Penurunan paling besar terjadi pada harga Nikel yaitu sebesar –650 poin atau –4.91% kelevel 13,250.

 

Back Download PDF