RESEARCH

RESEARCH

05 November 2018

Weekly Analysis 05 - 09 November 2018

Secara week-on-week, IHSG telah menguat sebesar +2.1 persen atau +121.4 point ke 5,906.3. Berdasarkan technical analysis, IHSG masih terlihat downtrend dalam jangka pendek-menengah. Moving average menunjukkan death cross―pola grafik yang menunjukkan potensi terjadinya aksi jual besar―mengindikasikan tekan jual masih berlanjut. Adapun, volume transaksi masih menunjukkan di bawah rata-rata. IHSG akan menguji 5,840 sebagai strong support level. Kami perkirakan IHSG akan bergerak dalam range 5,840-5,980.

Wall Street dalam sepekan bergerak menguat sebesar +582 point atau +2.36 persen di level 25,270.  Kekhawatiran perang dagang antara US dan China masih berlanjut. US berencana mengumumkan tarif barang-barang impor China yang lainnya pada awal Desember jika jika pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping pada bulan depan tidak mampu meredakan ketegangan perselisihan dagang. Selain itu, dari sisi domestik, kekhawatiran siklus ekonomi Indonesia terkontraksi pada 3Q18 akibat pelemahan nilai tukar Rupiah dan suku bunga yang naik secara bertahap.

Bursa Asia mayoritas mengalami penguatan. Penguatan paling besar terjadi pada Bursa Hongkong sebesar +1,768 atau +7.16. Harga komoditas bergerak mixed. Penguatan terjadi pada harga Nikel sebesar +0.25 persen atau di level +30.0. Perlemah terjadi pada harga oil sebesar –6.58 persen di level –4.5.

 

 

 

 

Download PDF