RESEARCH

Company Update

09 Oktober 2018

Weekly Analysis 08 - 12 Oktober 2018

Secara week-on-week, IHSG telah melemah sebesar 4.09 persen ke 5,731,9. IHSG bergerak di tengah ekspektasi bunga tinggi, kekhawatiran  perselisihan dagang antara US-China, dan perlambatan pada siklus ekonomi China, menjadi faktor eksternal negatif bagi financial market di emerging markets, khususnya di Asia. Begitu juga, IHSG telah melemah sekitar 4% selama sepekan. Investor asing telah mencatatkan net sell sekitar IDR 2.4 triliun. Selain itu, Sri Mulyani, menteri keuangan RI, memprediksi CAD akan melewati batas psikologis 3% terhadap GDP pada akhir tahun akibat kenaikan pada harga impor. Secara technical analysis, dalam jangka pendek IHSG masih dalam kondisi downtrend. Adapun, jika IHSG menguat, hanya terbatas. Kemungkinan IHSG akan menguji 5784-5814-5848 sebagai resistance level terkuat. Jika break pada level tersebut, maka kemungkinan IHSG akan berlanjut menguat lebih tinggi. Kami perkirakan IHSG akan bergerak dalam range 5,735-5,848.

Wall Street dalam sepekan bergerak melemah tipis sebesar –11.3 atau –0.04 persen di level 26,447. Pelemahan Wall Street pekan lalu seiring dengan New export orders turun ke 48, terkontraksi dalam 4 bulan berturut-turut dan terendah sejak 2016. Penetapan tarif impor AS sebagai guncangan yang menjadi penyebab utamanya. Secara YTD, nilai tukar Yuan terhadap USD telah terdepresiasi sekitar 6%. Ditambah lagi, para pembuat kebijakan di The Fed mengekspektasikan suku bunga akan naik sekali lagi hingga akhir tahun, tiga kali pada 2019, dan sekali pada 2020. Hal tersebut diungkapkan oleh Jerome Powel pada the annual meeting of the National Association for Business   Economics di Boston.

Aktivitas ekonomi China tertekan. Terefleksi, manufaktur China melambat, the manufacturing PMI turun ke 50.8 pada Sept18 dari 51.3 pada bulan sebelumnya, ditambah dengan tekanan ditengah ekspektasi bunga tinggi membuat Bursa Asia melemah. Harga komoditas bergerak mixed. Penguatan terjadi pada harga Emas sebesar +1.39 persen atau di level 1,203. Perlemah terjadi pada harga copper sebesar –1.43 persen di level 2.76.

 

Back Download PDF