RESEARCH

RESEARCH

15 November 2018

Weekly Analysis 12 - 16 November 2018

Secara week-on-week, IHSG telah melemah sebesar –0.54 persen atau –32.1 point ke 5,874.2. IHSG telah melemah tipis, setelah menguat   signifikan pada pekan sebelumnya. Penguatan pada pekan  sebelumnya, IHSG telah menunjukkan overbought signal berdasarkan Stochastic Indicator, mengindikasikan bahwa pelaku pasar percaya bahwa nilai yang diperdagangkan telah melebihi nilai intrinsiknya.  Berdasarkan technical analysis, dalam jangka menengah, IHSG   cenderung sideways dan bergerak di kisaran 5620-5950. Kemungkinan IHSG berlanjut melemah dalam jangka pendek seiring dengan faktor internal yang negatif, seperti CAD Indonesia yang melebar di atas 3% pada 3Q18. Kami perkirakan IHSG akan bergerak dalam range 5,620-5,950.

Wall Street dalam sepekan bergerak menguat sebesar +718 point atau +2.84 persen di level 25,989.  Bursa saham global sempat ekspansi selama periode mid-term election di US. Dan hasil pemilu tersebut, Democrats lebih mendominasi kursi House of Representatives dibandingkan Republicans. Politik yang bekerja dengan kondusif  mendorong penguatan sementara di bursa saham global khususnya US. Namun, ketika FOMC diselenggarakan menjelang akhir pekan, portfolio investors merespon negatif, terjadi panic selling di bursa saham global maupun domestik. The Fed menahan mengetatkan kebijakan moneter. Saat ini fed fund rate tetap berada di level 2.0 -2.25%. Aktivitas ekonomi US berlanjut meningkat, pasar tenaga kerja berlanjut menguat, dan tingkat inflasi berlanjut naik. Ekspektasi para pembuat kebijakan The Fed tetap akan menaikkan fed fund rate secara bertahap dalam medium run.

Bursa Asia bergerak mixed, perlemahan terbesar terjadi pada Bursa Hongkong sebesar –884 atau –3.34. Harga komoditas bergerak mixed. Penguatan terjadi pada harga Batu bara sebesar +2.42 persen atau di level +2.5. Perlemah terjadi pada harga Copper sebesar –6.79 persen di level –0.19.

 

 

 

 

 

Download PDF