RESEARCH

RESEARCH

13 Agustus 2018

Weekly Analysis 13 - 17 Agustus 2018

Selama sepekan lalu pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan sebesar +69.6 poin atau +1.16% ke level 6,007. Kekhawatiran pelaku pasar terhadap krisis keuangan di Turkey, sebagai terdepresiasi sangat dalam pada Lira (mata uang Turkey) terhadap USD, menyebabkan bursa saham regional tertekan turun, khususnya emerging market. Risiko capital outflow membayangi penurunan tersebut sebagai dampak dari spillover effect. Sama halnya dengan IHSG yang tertekan turun. Secara teknikal, dalam jangka pendek kemungkinan IHSG akan tertekan turun hingga level 5,720 sebagai support terkuat. Jika tertembus pada level tersebut, maka pelemahan akan berlanjut lebih dalam. Kami perkirakan IHSG akan bergerak dalam range  5,720-6,120.

Wall Street dalam sepekan bergerak melemah –149.4 atau –0.59% di level 25.313.  Pelemahan tersebut dipengaruhi oleh sentiment perang dagang Amerika Serikat dan China yang makin memanas setelah China menyatakan balasan akan tarif barang barang impor Amerika sebesar 25% . Tarif tersebut akan aktif pada 23 Agustus 2018. Aksi jual pun semakin menekan pergerakan Wall Street yang terdampak akan kekhawatiran Krisis mata uang Turki. Mata uang Turkey makin terjelembab lantaran Presiden Amerika Serikat mengenakan tarif import aluminium dan baja dari Turkey. Kekhawatiran akan efek domino akan kejatuhan mata uang Turkey dan kekhawatiran akan prospek ekonomi Turkey membuat pelaku pasar mengalihkan investasinya ke aset safe haven.

Bursa Asia pekan lalu di tutup mixed. Bursa Jepang mengalami pelemahan sebesar –227.1 point atau –1.01% karena faktor geopolitik. Harga Komoditas bergerak mixed pada pekan lalu. Kenaikan terbesar terjadi pada harga Nikel sebesar +270 atau +1.99% kelevel 13,820. Penurunan paling besar terjadi pada harga Oil yaitu sebesar –0.9 poin atau –1.26% kelevel 67.6.

 

Download PDF