RESEARCH

Company Update

20 Agustus 2018

Weekly Analysis 20 - 24 Agustus 2018

Selama sepekan lalu pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan sebesar –293 poin atau –4.83% ke level 5,783. Kekhawatiran pelaku pasar terhadap tensi perdagangan antara AS-China tampaknya mulai mereda seiring dengan adanya rencana perundingan perdagangan lebih lanjut. Namun demikian, dampak dari spillover effect dari financial crisis di Turkey masih membayangi financial market, khususnya di emerging markets di Asia. Selama sepekan volatilitas IHSG tampak masih tinggi di tengah pengetatan kebijakan moneter Bank Indonesia. Terpantau, IHSG bergerak dikisaran level 5,740-6,030. Sepertinya, dalam jangka pendek volatilitas IHSG masih cenderung tinggi. Jika berlanjut naik, maka kemungkinan IHSG akan menguji 5,955-6,030 sebagai resistance terdekat. Kami perkirakan IHSG akan bergerak dalam range  5,760-6,030.

Wall Street dalam sepekan bergerak melemah +356 atau +1.41% di level 25.669. Penguatan tersebut dipengaruhi sentiment positif akan laporan keuangan kuartal dua dimana 458 perusahaan S&P 500, 79% diantaranya melampaui perkiraan.  Optimisme pelaku pasar terhadap perbincangan Amerika Serikat dan China yang dikabarkan akan berlangsung di Washington pada 21 dan 22 Agustus 2018. Pelaku pasar  berharap adanya titik terang dan berdampak pada meredanya kekhawatiran perang dagang.

Bursa Asia pekan lalu di tutup mayoritas melemah. Bursa Jepang mengalami pelemahan sebesar –22.8 point atau –0.29%, penurunan paling dalam terjadi pada bursa Hong Kong –1,153 point atau –4.07% . Harga Komoditas bergerak mixed pada pekan lalu. Kenaikan terbesar terjadi pada harga Batubara sebesar +1.3 atau +1.16% kelevel 118. Penurunan paling besar terjadi pada harga Oil yaitu sebesar –795 poin atau –4.08% kelevel 18,705.

 

Back Download PDF