Financial Literacy

EFEK BREXIT

Rakyat Inggris telah menentukan sikapnya. Mayoritas warga negeri itu, yakni 51,9 persen, memilih "leave" atau menginginkan Brexit. Kubu "remain" yang dimotori Perdana Menteri Inggris David Cameron kalah dengan meraih 48,1 persen. Hal itu berarti, dunia segera menyaksikan bubarnya pemerintahaan Inggris di bawah kepemimpinan Perdana Menteri David Cameron. Kanselir George Osborne juga dipastikan meletakkan jabatannya. Dari sisi matauang inggris, banyak dari pengusaha yang melepas mata uangan inggris ponsterling (pound) karena kepanikan. Hal ini berdampak penurunan 9,5 persen dari nilai dolar AS terburuk dalam 30 tahun terakhir. Pound juga memperoleh tekanan 6 persen terhadap euro, dan euro mengalami perlemahan 4 persen terhadap dollar AS Hilangnya kontribusi dana inggris ke pada UE, menjadii perhatian hal ini dikarenakan, total kontribusi inggris untuk tahun 2016 adalah 19,4 milyar euro. Para anggora EU harus mencari dana unutk menutupi kekurangan anggaran. Dampak eksodus para warga imigran yang paling menderita dari keputusan Brexit, karena inggris akan mengubah kebijakan tentang IMIGRAN secara derastis. Pada tahun 2015 mencapai 333 ribu orang, selalu mengalami pertumbuhan 100 ribu setiap tahunnya sejak 1998. Dari seluruh kejadian ini, Dewan Eropa akan merespon hasil referendum inggris, dengan mengadakan konfrensi tingkat tinggi di Pusat kepala pemerintahan UE di Brussels, Belgia, pada akhir juni ini. Dalam konfrensi ini akan di bahas tenteng masalah yang timbul dari keluarnya inggris dari UE terutama dampak solidaritas anggota UE, jika beberapa anggota mengikuti langkah inggris, maka UE akan berada di ujung jurang. Hal ini di lihat adari posisi inggris dalam UE sebagai penyeimbang antara negara besar di UE seperti Jerman dan Prancis Setiap negara berbeda, mengingat jumlah variabel, dampaknya hanya dapat ditebak. Namun, Brexit pasti akan memiliki dampak yang luas di seluruh Eropa, bahkan mungkin di dunia