Financial Literacy

TANPA RESIKO TIDAK ADA KEUNTUNGAN

Hampir seluruh tidakan kita memilik resiko karena itu perlu kita ingat bahwa tiada keuntungan yang kita harapkan tanpa resiko yang mengikutinya. Jadi setiap hal yang kita lakukan untuk memperoleh keuntungan pastilah memiliki resiko yang  menyertai. Kita tidak bisa menghilangkan resiko, namun sebaiknya menjadikan resiko menjadi bagian dari hidup kita, unutk mengukur tingkat keuntungan yang di harapkan.

Karena resiko tidak bisa dihindari tapi  bisa di kenali dan di kendalikan. Jika kita mau memberikan waktu kita untuk mengenali, memperkirakan dan mengendalikan resiko yang mungkin terjadi, degan begitu kita akan lebih tenang dan rasional damam mengambil tidakan.  Resiko terbesar sebenarnya bukan resiko yang melekat pada sesuatu, tetapi adalah resiko yang timbul akibat kita tidak dapat memahami resiko yang akan kita hadapi.

Jadi sangat lah bijak bila kita dapat mengenali resiko yang timbul dari tindakan yang akan kita ambil, atau dengan kata lain, sebelum kita melakukan tindakan kita harus membuat sebuah strategi yang baik. Pengertian strategi yang baik adalah strategi bisa memberikan jawaban dalam setiap situasi yang nanti di hadapi.

Dalam tidakan kita berinvestasi di saham terdapat beberapa resiko yang harus kita kenali dan pelajari agar kita bisa mengurangi potensi kerugian dari resiko yang kita hadapi..

1.Resiko Kebangkrutan

Resiko yang timbul akibat dari perusahaan yang sahamnya kita miliki dinyatakan bangkrut oleh pengadilan. Jika resiko ini terjadi maka semua kekayaan perusahaan akan dijual dan dana hasil penjualan akan digunakan untuk membayar kewajiban kepada karyawan, semua utang yang belum dibayar, dan, jika masih ada sisa barulah akan dibagikan kepada pemegang saham. Karena pemegang saham merupakan kewajiban terahir maka kecil kemungkinan memperoleh pembayaran dari perusahaan, maka investor harus lah memilih perusahaan yang baik secara manajemen dan keuangan.

2.Resiko Makro Ekonomi

Resiko ini dapat muncul jika terjadi perubahan kondisi makro ekonomi menjadi tidak menguntungkan yang membuat perusahaan mengalami kerugian. Resiko ini bisa berbeda-beda dampaknya untuk masing-masing sektor industri. Diantara perubahan kondisi makro ekonomi yang mungkin terjadi adalah kenaikan suku bunga, perubahan USD/IDR, dan penurunan pertumbuhan ekonomi.

3.Resiko Pasar

Resiko ini terjadi karena adanya perubahan sentimen terhadap perusahaan. Perubahan sentimen  ini mengakibatkan berubahnya keseimbangan supply dan demand. Sperti tiba-tiba supply atas saham menjadi besar, sehingga terjadi penurunan harga saham. Peningkatan supply ini bisa saja terjadi karena para investor memperoleh informasi akan terjadinya penurunan kinerja atau berita buruk tentang perusahaan dan aksi korporasi yang dianggap kurang mengunutungkan . Untuk meminimalkan resiko ini kita perlu mempelajari fluktuasi dari suatu saham, laporan keuangan perusahaan untuk mengetahui kemungkinan aksi korporasi yang bisa terjadi, dan juga manajemen perusahaan tersebut. Fluktuasi harga saham adalah hal yang tidak dapat di hindari jadi sebagai investor harus dengan bijak memilih strategi yang di pilih untuk setuasi ini.

Itulah tiga resiko utama dalam berinvestasi di pasar saham. Pastikan anda telah mempejarinya dengan baik sebelum mengeluarkan uang anda untuk membeli suatu saham.

Resiko terbesar adalah resiko ketika kita tidak mengetahui resiko apa yang kita hadapi.