Beranda

RESEARCH

Monthly Highlight

24 Agustus 2020

Early Bird 24 August 2020

Sentimen yang muncul di market selama Bursa Indonesia libur cukup beragam dimana yang positif adalah naiknya DJIA sebesar +0.55% & Nikel +0.17% tetapi faktor pemberat (faktor negatif) IHSG ternyata lebih banyak diantaranya: EIDO turun -1.27%, Gold -3.13%, Oil -0.70%, Coal -2.17%, Timah -0.23% & CPO -0.67%, sehingga mengetahui kondisi tersebut, IHSG berpeluang untuk kembali turun dalam perdagangan Senin ini ditengah pencapaian jumlah tertinggi kembali korban yang terjangkiti dan tewas akibat Corvid19, dimana selama 5 hari (Rabu hingga Minggu) ada penambahan sekitar +10,492 orang (naik +7.33%) terjangkit Corvid* sehingga sejauh ini korban terjangkiti Corvid19 mencapai 153,535 orang dengan penambahan korban tewas selama 5 hari sebanyak +403 orang (naik +6.42%) sehingga sejauh ini jumlah korban tewas sudah mencapai 6,680 orang, menuju 7,000 orang tewas dalam waktu dekat ini (Fatality Rate sebesar 4.35%). (Worldometers Info)

 

IHSG kami perkirakan bergerak pada 5,225 - 5,310 adapun saham-saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah PGAS MBAP BSDE GGRM ERAA PWON BBRI RALS MIKA TBIG

 

Mayoritas bursa saham di developed economies bergerak menguat. Bursa saham benua kuning bergerak bervariasi pada perdagangan selasa kemarin. Indeks Hang Seng ditutup menguat    sebesar +1.30%, lalu indeks Shanghai ditutup menguat +0.50% dan Indeks Kospi ditutup        menguat +1.34%. Sementara itu, Dow Jones ditutup menguat sebesar +0.69% di level 27,930 hal ini sejalan dengan penguatan S&P 500 sebesar +0.34%. Wall Street ditutup menguat dikarenakan aktivitas ekonomi AS yang berhasil pulih dengan rilis data penjualan rumah AS yang melesat dan dari meningkatnya order bisnis baik di sektor manufaktur dan jasa. Dari pasar komoditi, harga CPO melemah sebesar -1.17% harga Nickelmenguat +0.30% dan harga Coalmelemah -0.60%.

 

Pada perdagangan 19 Agustus IHSG ditutup melemah sebesar -0.42% kelevel 5,272 Sentimen penggerak pasar hari ini diantara nya pereknomian AS yang mulai kembali pulih dengan rilis data penjualan rumah dan order baru perusahaan manufaktur dan jasa, selain itu perkembangan kasus Covid-19 yang masih menjadi katalis negatif bagi perekonomian Indonesia.

 

Back Download PDF
Copyright © 2020 MNC Sekuritas. All Right Reserved.