RESEARCH

Daily Highlight

02 September 2019

Fundamental Analysis 02 September 2019

Setelah IHSG menguat selama seminggu lalu +1.16% tetapi diiringi Net Sell Asing Rp -1.58 triliun (walaupun jika diambil time frame lebih panjang, katakan 1 bulan, IHSG justru turun selama Agustus -0.18% dan disertai Net Sell Asing sangat besar Rp -9.32 triliun), diawal pekan dan bulan September, langkah IHSG cukup berat menyusul turunnya Bursa Asia pagi ini disertai turunnya Oil -2.73% & Gold -0.50%. Tetapi investor tidak perlu khawatir karena justru disaat bersamaan harga komoditas Nikel naik sangat tajam +9.08% serta harga Timah naik +3.22%, sehingga saham yang perlu diincar adalah INCO, DKFT, ANTM & TINS. Selain saham berbasis logam nikel dan timah, Senin ini kami merekomendasikan untuk trading atas saham-saham di Sektor Infrastruktur, Telco, Coal, Properti, dan Farmasi. IHSG kami perkirakan bergerak pada 6,272 - 6,365. Adapun saham – saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah INCO ANTM DKFT TBIG EXCL TINS ADRO PWON KLBF TLKM.

Mayoritas bursa saham di developed economies bergerak menguat. Bursa saham benua kuning bergerak menguat pada perdagangan akhir kemarin. Indeks Nikkei ditutup menguat sebesar +1.19%, Indeks Hang Seng menguat sebesar +0.08%, diikuti oleh Indeks Kospi menguat sebesar +1.78%, namun Indeks Shanghai melemah sebesar –0.16%. Sementara itu, Dow Jones ditutup menguat sebesar +0.16% ke level 26,403,  penguatan tersebut seiring dengan penguatan pada S&P 500 (+0.06%). Wall Street ditutup menguat sejalan dengan  harapan damai dagang AS-China ditengah masih terjaganya komonukasi yang efektif dari perwakilan kedua negara. Penguatan di Wall Street juga didorong oleh  rilis data konsumen AS bulan Juli yang naik +0.6%, melampaui konsensus sebesar +0.5%. Mulai diberlakukannya pengenaan tarif oleh China dan AS pada Minggu (1/9/2019) meskipun kedua negara memberikan indikasi akan dilanjutkan dialog dagang bulan ini menjadi sentimen yang perlu diperhatikan pelaku pasar pada perdagangan hari ini. Adapun pengenaan bea masuk oleh China sebesar 5% atas produk minyak AS dan bea masuk tambahan sebesar 5% dan 10% pada 1.717 produk dari total 5.078 produk AS. Sementara AS telah menerapkan tarif 15% pada produk impor asal China senilai US$ 125 miliar. Di samping itu, di pasar komoditi, harga minyak mentah WTI  melemah  -2.84% ke USD 55.1 per barel seiring dengan badai yang menimpa tepi pantai Florida yang menekan permintaan  minyak mentah.

Pada perdagangan 30 Agustus, IHSG ditutup menguat sebesar +0.63% kelevel 6,328. Sejalan dengan hal tersebut investor portofolio membukukan net buy sebesar IDR 68 Miliar.

Back Download PDF