RESEARCH

Daily Highlight

09 September 2019

Fundamental Analysis 09 September 2019

Setelah selama seminggu lalu IHSG turun sebesar -0.31% disertai Net Sell Investor Asing sebesar Rp -1.78 triliun, tetapi diawal pekan ini ada peluang IHSG untuk menguat seiring naiknya DJIA +0.26%, EIDO +0.55%, Oil +0.61%, CPO +1.26% dan Nikel +2.63%. Menguatnya Bursa Asia Senin pagi ini juga menjadi katalis pendorong IHSG untuk menguat. Mengetahui harga Crude Oil dan Nikel menguat, kami merekomendasikan untuk fokus trading atas saham-saham berbasis komoditas tersebut, diantaranya: INCO & DKFT. Selain itu, Senin ini kami merekomendasikan untuk trading atas saham-saham di Sektor Kimia, Properti, Coal, Bank, Rokok, Infrastruktur, Konstruksi dan Telco. IHSG kami perkirakan bergerak pada 6,270 - 6,363. Adapun saham – saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah INCO BRPT ADRO SMRA PTBA BBRI TOWR HMSP ISAT WIKA.

Mayoritas bursa saham di developed economies bergerak menguat. Bursa saham benua kuning bergerak menguat pada perdagangan akhir kemarin. Indeks Nikkei ditutup menguat sebesar +0.54%, Indeks Kospi menguat sebesar +0.22%, diikuti oleh Indeks Hang Seng dan Indeks Shanghai masing-masing menguat sebesar +0.66% dan +0.46%. Sementara itu, Dow Jones ditutup menguat sebesar +0.26% ke level 26,797 penguatan tersebut seiring dengan penguatan pada S&P 500 (+0.09%). Wall Street ditutup menguat sejalan dengan meredanya tensi dagang AS-China ditengah penantian pelaku pasar menjelang Rapat FOMC The Fed pada 17-18 September tentang arah kebijakan moneter. Adapun sentimen lain penggerak bursa yang perlu diperhatikan pelaku pasar diantaranya rilis data inflasi China, AS, dan beberapa negara Eropa pada pekan ini, dan kebijakan Presiden baru ECB Christine Lagarde yang diprediksikan tidak akan menahan suku bunga rendah dalam waktu lama. Di samping itu, di pasar komoditi, harga minyak mentah WTI  menguat  +0.39% ke USD 56.52 per barel.

 

Pada perdagangan 6 September, IHSG ditutup menguat sebesar +0.03% kelevel 6,309. Sejalan dengan hal tersebut investor portofolio membukukan net sell sebesar IDR 353 Miliar. Penguatan tersebut terjadi ditengah rilis data cadangan devisa valas pemerintah pada Agustus yang naik menjadi US$ 126,4 miliar, lebih baik daripada prediksi US$ 124,8 miliar dan dari bulan sebelumnya US$ 125,9 miliar.

Back Download PDF