RESEARCH

Daily Highlight

11 September 2019

Fundamental Analysis 11 September 2019

Ekspektasi pemotongan suku bunga FFR dan ECB menjadi faktor DJIA kembali menguat dihari ke-5 sebesar +0.28% ditengah naiknya EIDO +0.23%, Coal +0.38% dan Timah naik +0.91% berpotensi menjadi katalis pendorong kenaikan IHSG Rabu ini. Menguatnya Indeks Bursa Asia Rabu pagi juga menjadi sentimen tambahan IHSG berpotensi menguat hari ini. Mengetahui IHSG berpotensi menguat hari ini, Rabu ini kami merekomendasikan untuk trading atas saham-saham di Sektor Retail, Logam, Kimia/Energi, Properti, Konstruksi dan Bank. IHSG kami perkirakan bergerak pada 6,289 - 6,382. Adapun saham – saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah ERAA BRPT PGAS SMRA ANTM CTRA BBRI PWON ADHI BNLI.

Mayoritas bursa saham di developed economies bergerak menguat. Bursa saham benua kuning bergerak menguat pada perdagangan akhir kemarin. Indeks Nikkei ditutup menguat sebesar +0.35%, diikuti oleh Indeks Hang Seng dan Indeks Kospi masing-masing menguat sebesar +0.01% dan +0.62%, namun Indeks Shanghai melemah sebesar –0.12%. Sementara itu, Dow Jones ditutup menguat sebesar +0.28% ke level 26,909, penguatan tersebut seiring dengan penguatan pada S&P 500 (+0.03%), namun Nasdaq melemah –0.04%. Sebagai pendorong, saham Apple menguat +1.2% ditengah peluncuran iPhone baru yang dibandrol dengan harga lebih rendah US$ 699. Wall Street ditutup bervariatif sejalan dengan sikap pelaku pasar yang wait and see menanti perkembangan perang dagang dan stimulus moneter yang akan diberikan The Fed, ECB dan bank sentral negara ekonomi besar lainnya untuk memangkas suku bunga acuan. Di sisi lain, kondisi pasar dipengaruhi oleh sentimen negatif kenaikan inflasi China yang masih menjadi level tertinggi sejak Februari 2018 dan turunnya harga produsen China dengan laju terdalam sejak 3 tahun terakhir. Di samping itu, di pasar komoditi, harga minyak mentah WTI melemah –0.78% ke USD 57.4 per barel.

Pada perdagangan 10 September, IHSG ditutup menguat sebesar +0.17% kelevel 6,338 meskipun investor asing tercatat melakukan aksi net sell dengan nilai mencapai Rp 185 miliar.

Back Download PDF