RESEARCH

Company Update

10 Juni 2019

Fundamental Analysis 10 Juni 2019

Selama Bursa Indonesia libur merayakan Idul Fitri, ada beberapa hal yang cukup menarik untuk dicermati sebagai bahan referensi memulai trading/investasi diawal pekan ini diantaranya: Indeks Dow Jones menguat tajam sekitar +814.94 poin (+3.24%) sebagai respons akan diturunkannya (94% peluang akan turun) FFR dibulan September 2019 mengantisipasi peluang perlambatan ekonomi global. Dilain pihak eskalasi Trade War AS vs China semakin menghangat menyusul statement Prediden Trump yang akan kembali menaikan tarif bea masuk masuk produk China senilai US$300 miliar setelah pertemuan G20 akhir Juni ini. Kondisi Bursa Asia juga beragam dimana Indeks Nikkei menguat +1.38% & Hangseng +0.24% sementara Indeks Shanghai justru turun -2.44%. Perkembangan lain selama Bursa Indonesia tutup, harga komoditas juga beragam dimana harga Emas & Timah naik masing-masing +4.42% & +2.77%. IHSG kami perkirakan bergerak pada range 6,185 - 6,278. Adapun saham – saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah MDKA, PTPP, DMAS, BBRI, TLKM.

Mayoritas bursa saham di developed economies ditutup menguat. Bursa saham benua kuning bergerak variatif selama perdagangan sepekan. Indeks Nikkei ditutup menguat sebesar -1.37%, Indeks Hang Seng menguat sebesar +0.24%, diikuti dengan Indeks Kospi menguat +1.5%, namun indeks Shangai melemah sebesar –2.44% . Sementara itu, bursa saham AS semalam mengalami penguatan. Indeks Dow Jones menguuat sebesar +3.24% di level 25,983. Hal ini dikarenakan pelaku pasar menjadi underconfidence setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Jumat (7/6), resmi menunda kenaikan tarif bea masuk impor sebesar 5% untuk produk-produk asal Meksiko waktu setempat. Hal ini lantaran ada kesepakatan baru antara AS dan Meksiko. Namun tensi dagang AS-China masih berlangsung cukup lama.  Pemerintah China membalas AS dengan menyusun daftar hitam (blacklist) bagi perusahaan-perusahaan AS yang melanggar aturan pasar dan memblokir pasokan untuk perusahaan China. Di samping itu, di pasar komoditi, harga minyak mentah WTI berlanjut melemah -4.18% ke level mengantisipasi kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan naiknya pasokan minyak AS serta harga Nikel turun -3.9%. Dampak tidak langsung harga Coal turun tajam -12.6% dan CPO turun -2.83% selama Bursa Indonesia tutup.

Pada perdagangan 31 Mei, IHSG ditutup menguat sebesar +1.72% kelevel 6,209. Sejalan dengan hal tersebut investor portofolio membukukan net buy sebesar IDR 1,432 Miliar.

Back Download PDF